Pencarian

Podcast Kelupas

Ratusan Mahasiswa Dumai Menggelar Aksi di Polda Riau, Soroti Dugaan Mafia Minyak dan Gudang BBM Ilegal

Jumat, 22 Mei 2026 • 17:15:20 WIB
Ratusan Mahasiswa Dumai Menggelar Aksi di Polda Riau, Soroti Dugaan Mafia Minyak dan Gudang BBM Ilegal
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi GEMPA menggelar aksi unjuk rasa di halaman Mapolda Riau, Jumat (22/5/2026).

PEKANBARU (RA) - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi GEMPA (Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Kota Dumai) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Mapolda Riau, Jumat (22/5/2026). Massa tiba di pintu samping Mapolda Riau sekitar pukul 13.31 WIB.

Dalam aksinya, para masa aksi menyuarakan keresahan terkait maraknya dugaan mafia minyak di Kota Dumai. Massa menilai praktik penimbunan hingga distribusi BBM ilegal masih terjadi dan belum ditindak tegas.

Koordinator lapangan aksi, Satria Ramadhan, mengatakan kedatangan mereka ke Pekanbaru karena aspirasi yang disampaikan di Dumai tidak mendapat perhatian serius.

"Kenapa kami jauh-jauh dari Dumai ke Pekanbaru, karena kami tidak pernah digubris di Dumai sana," ujar Satria dalam orasinya.

Aliansi GEMPA membawa lima tuntutan kepada Polda Riau, yakni mengusut gudang BBM dan CPO ilegal, menindak tegas kapal SPOB ilegal, mengaudit SPBU bermasalah, mendorong transparansi penegakan hukum, serta memperketat pengawasan distribusi BBM.

Massa juga memperingatkan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.

"Jika tuntutan kami tidak digubris juga, kami pastikan kami datang kembali dengan massa yang lebih banyak," tegas salah seorang orator.

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti kondisi di Dumai yang dinilai ironis. Sebagai salah satu daerah distribusi minyak, masyarakat justru masih mengalami antrean panjang BBM subsidi.

"Hari ini kami hadir di Polda, kami meminta segera mungkin menindak tegas terkait BBM yang bermasalah di Dumai dan gudang-gudang penimbunan BBM di Dumai," kata Satria.

Ia mengklaim pihaknya memiliki bukti terkait keberadaan gudang penimbunan BBM ilegal tersebut.

"Terkait bukti yang kita dapatkan ada semua bukti bahwasanya memang adanya gudang BBM tersebut," lanjutnya.

Menurutnya, keresahan masyarakat semakin besar karena antrean Pertalite dan solar masih sering terjadi di tengah banyaknya dugaan gudang penimbunan solar ilegal.

"Ini merupakan keresahan masyarakat Dumai. Yang anehnya Dumai adalah tempat distribusi minyak, tetapi masyarakat susah dan antreannya masih panjang untuk Pertalite dan solar. Selain itu kami juga melihat banyaknya gudang solar," ungkapnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Agus menyebut pihaknya telah menerima seluruh aspirasi yang disampaikan massa aksi.

"Kami sudah mendengar aspirasi yang ada, akan kami sampaikan ke pimpinan kami. Kami berharap juga aspirasi yang disampaikan ditindaklanjuti secepatnya," ujar Agus di hadapan massa.

Ia juga memastikan akan membuat laporan resmi terkait tuntutan mahasiswa tersebut untuk diteruskan kepada pimpinan di Polda Riau.

"Saya juga akan membuat laporan terkait aspirasi kawan-kawan semua, akan saya teruskan ke pimpinan," tambahnya.

Usai menyampaikan aspirasi, massa aksi membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks