PEKANBARU (RA) - Bertemu dengan pimpinan media yang tergabung dalam Forum Pemred, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan membahas berbagai persoalan strategis di Provinsi Riau, mulai dari lingkungan, narkoba hingga distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Pertemuan bertempat di Mapolda Riau, Kamis (7/5/2026), dan dihadiri sejumlah pemimpin redaksi media nasional maupun lokal, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) serta Pewarta Foto Indonesia (PFI).
Turut mendampingi Kapolda Riau dalam kegiatan tersebut antara lain Dirlantas Polda Riau Kombes Jeki Rahmat Mustika, Dirpolairud Polda Riau Kombes Apri Fajar Hermanto, dan Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad.
Dalam kesempatan tersebut, Herry menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan media dalam mengatasi berbagai persoalan di Bumi Lancang Kuning.
"Saya perlu menjelaskan apa yang terjadi di Provinsi Riau ini. Ada persentase masalah yang dominan, di mana yang paling tinggi adalah masalah yang berkaitan dengan lingkungan. Kedua, masalah yang terkait dengan narkoba," ujar Kapolda.
Selain itu, Kapolda juga menyoroti persoalan BBM di Riau yang merupakan salah satu provinsi penghasil energi terbesar di Indonesia.
"30 persen minyak nasional berasal dari sini. Namun di sinilah letak paradoks kekayaan alam," katanya.
Tak hanya itu, konflik agraria dan sengketa tanah ulayat juga menjadi perhatian serius karena kerap memicu persoalan sosial di tengah tingginya potensi sumber daya alam di Riau.
Waspadai Ancaman Super El Nino
Kapolda menyebut Provinsi Riau saat ini menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terlebih dengan potensi fenomena Super El Nino yang disebut sebagai siklus 30 tahunan.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh kepolisian, namun membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
"Kalau terjadi kebakaran, dampaknya akan menjadi isu keamanan. Asap menyebabkan ISPA dan keresahan sosial," ucapnya.
Menghadapi ancaman tersebut, Polda Riau mengedepankan langkah preventif dan edukasi kepada masyarakat, termasuk memastikan kesiapan kanal dan embung di wilayah rawan karhutla.
Kapolda juga meluncurkan semangat Green Policing, yakni gerakan pencegahan berbasis komunitas dengan melibatkan Bhabinkamtibmas sebagai motor penggerak penghijauan dan pelestarian lingkungan.
"Masyarakat juga harus peduli. Ini bukan tanggung jawab polisi saja," katanya.
Tegas terhadap Anggota Terlibat Narkoba
Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau juga memberikan perhatian serius terhadap peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Riau.
Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi personel kepolisian yang terlibat penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
"Untuk personel yang melakukan pelanggaran narkoba, perintah saya jelas: langsung PTDH. Kita harus bersih di dalam sebelum dipercaya masyarakat untuk membersihkan di luar," tegasnya.
Kapolda juga menyoroti kasus narkoba di Panipahan dan memerintahkan jajarannya melakukan tindakan tegas untuk memberikan efek jera.
Selain itu, ia meminta agar program Kampung Tangguh Bebas Narkoba kembali diaktifkan di sejumlah wilayah rawan seperti Pulau Rupat dan kawasan perkebunan sawit.
Awasi Distribusi BBM
Di akhir sambutannya, Irjen Herry Heryawan turut menyinggung dampak situasi ekonomi global terhadap harga bahan pokok dan BBM.
Ia meminta jajarannya memonitor stok BBM di SPBU secara real-time melalui teknologi serta menindak tegas para penimbun BBM.
"Riau adalah basis energi nasional. Jangan sampai terjadi kelangkaan yang meresahkan masyarakat. Kita harus menjadi arsitektur keamanan yang mampu memprediksi gejolak sebelum terjadi," pungkasnya.