Pencarian

Podcast Kelupas

PTPN IV PalmCo Latih 50 Perempuan Kampar Olah Lele, Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Selasa, 14 April 2026 • 07:00:00 WIB
PTPN IV PalmCo Latih 50 Perempuan Kampar Olah Lele, Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan
PTPN IV PalmCo Latih 50 Perempuan Kampar Olah Lele.

PEKANBARU (RA) - PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III memperkuat peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan dengan menggandeng Dinas Perikanan Kabupaten Kampar.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program pelatihan budidaya dan pengolahan ikan lele yang menyasar 50 perempuan dari Desa Hang Tuah dan Genduang Jaya, Kabupaten Kampar.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, mengatakan program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas sekaligus hilirisasi produk pangan lokal.

"Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menekankan pentingnya pengembangan sektor hilir agar komoditas perikanan memiliki nilai tambah dan daya saing," ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan, inisiatif ini juga menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar.

"Kami percaya kemajuan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kemajuan masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Manager Kebun PKS Sei Pagar PTPN IV Regional III, Triana Anggraini, menjelaskan pelatihan tidak hanya fokus pada budidaya, tetapi juga pengolahan produk turunan berbasis lele.

Peserta dibekali keterampilan mengolah lele menjadi berbagai produk seperti nugget, abon, hingga kerupuk, termasuk teknik pengemasan agar mampu menembus pasar lebih luas.

"Yang penting bukan hanya produksi, tetapi bagaimana mengolah dan menjual dengan lebih baik," ujarnya.

Program ini sejalan dengan arah kebijakan PalmCo yang mendorong pengembangan komunitas sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan, dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama penggerak ekonomi lokal.

Triana berharap pelatihan ini dapat memicu lahirnya unit usaha baru di tingkat desa.

"Jika hari ini 50 orang belajar, ke depan diharapkan dapat membuka peluang kerja yang lebih luas," katanya.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, John Mainir, menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem perikanan daerah.

Ia menyebut Desa Hang Tuah dan Genduang Jaya selama ini dikenal sebagai sentra produksi lele di Kampar, sehingga penguatan sektor hilir akan berdampak signifikan.

"Program ini akan memperkuat posisi desa sebagai salah satu sumber ketahanan pangan lokal," ujarnya.

Menurutnya, potensi ekonomi sektor hilir perikanan masih sangat besar karena menawarkan nilai jual lebih tinggi dibandingkan produk mentah.

"Dengan diolah, nilai jualnya tentu lebih tinggi," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar.

Dalam konteks lebih luas, John menyebut meningkatnya konsumsi ikan nasional membuka peluang besar bagi pelaku usaha desa.

"Permintaan ikan ke depan sangat besar, sehingga program seperti ini sangat relevan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat," tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks