BENGKALIS (RA) - Pria bernama Wipeng (60), warga Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, ditemukan tewas bersimbah darah di dapur rumahnya, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Korban diketahui merupakan toke karet dan pinang di wilayah tersebut.
Peristiwa ini pertama kali diketahui warga yang melintas di belakang rumah korban. Saksi curiga melihat pintu belakang dalam kondisi terbuka.
Saat didekati, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di lantai dapur dengan tubuh berlumuran darah.
"Warga yang melihat langsung melapor. Saat kami tiba, korban sudah tidak bernyawa," kata Pj Kepala Desa Berancah, Chandra Kusuma.
Korban diketahui tinggal seorang diri di rumahnya di Jalan Kartini, Dusun Makmur. Sementara keluarganya berada di luar daerah dan telah dihubungi.
Menurut keterangan warga, sehari sebelum kejadian korban masih beraktivitas normal. Bahkan pada malam harinya sempat berkumpul bersama warga.
"Tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya," ujarnya.
Dari hasil pengamatan awal, korban diduga menjadi korban tindak kekerasan. Pada tubuh korban ditemukan luka di bagian dada yang diduga akibat benda tajam.
Selain itu, kondisi darah yang sudah mengering mengindikasikan peristiwa terjadi beberapa jam sebelum jasad ditemukan, diduga pada malam hari.
Meski demikian, motif kejadian masih belum diketahui. Barang-barang berharga milik korban dilaporkan tidak hilang.
"Uang dan barang masih ada. Ini yang masih menjadi pertanyaan," tambahnya.
Polisi dari Polres Bengkalis yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut.
"Dugaan sementara mengarah pada tindak kekerasan. Namun kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Polisi juga tengah memburu pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
"Kami mohon waktu, tim sedang bekerja. Perkembangan akan kami sampaikan," tegasnya.