Pencarian

Podcast Kelupas

Rupiah Tembus Rp17.105 per Dolar AS, Bank Indonesia Pastikan Intervensi Maksimal Jaga Stabilitas

Rabu, 08 April 2026 • 04:22:00 WIB
Rupiah Tembus Rp17.105 per Dolar AS, Bank Indonesia Pastikan Intervensi Maksimal Jaga Stabilitas
Ilustrasi rupiah. (Foto: Istimewa)

JAKARTA (RA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah di angka Rp17.105 per dolar AS pada Selasa (7/4/2026) kemarin.

Menanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) memastikan akan mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengatakan bahwa di tengah ketidakpastian global, pihaknya akan terus hadir di pasar secara konsisten dan terukur.

"BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter yang dimiliki untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Destry dalam keterangan tertulis yang dilansir dari rmol.id.

Ia menjelaskan, intervensi dilakukan di berbagai lini, mulai dari pasar spot hingga instrumen derivatif, baik di dalam negeri maupun offshore.

"BI secara konsisten akan berada di pasar uang, baik di spot market, DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) maupun NDF (Non-Deliverable Forward) di offshore market," jelasnya.

Meski rupiah tertekan, Destry menilai dampak konflik global, khususnya di Timur Tengah, tidak sepenuhnya negatif bagi Indonesia. Kenaikan harga komoditas dinilai dapat menjadi penopang ekonomi nasional.

"Sebagai negara eksportir, kenaikan harga komoditas bisa memberikan efek positif yang mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar," tambahnya.

Untuk diketahui, rupiah ditutup melemah 70 poin atau 0,41 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. 

Posisi ini sekaligus melampaui rekor terendah sebelumnya saat pandemi Covid-19 di kisaran Rp16.600 per dolar AS, bahkan lebih rendah dari level krisis moneter 1998 yang sempat berada di sekitar Rp16.800 per dolar AS.

BI pun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar demi mendukung ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks