Pencarian

Podcast Kelupas

LAM Apresiasi Gagasan Wako Pekanbaru Abadikan Nama Pendiri Kota di Pintu Tol

Selasa, 07 April 2026 • 22:23:00 WIB
LAM Apresiasi Gagasan Wako Pekanbaru Abadikan Nama Pendiri Kota di Pintu Tol
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka.

PEKANBARU (RA) - Gagasan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, untuk mengabadikan nama tokoh pendiri Kota Pekanbaru Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (Marhum Pekan) sebagai nama pintu tol dalam kota atau tol lingkar mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh adat.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan tersebut. 

Ia menilai langkah itu sebagai bentuk nyata pelestarian sejarah sekaligus penghormatan terhadap marwah daerah.

"Kami dari MKA LAM Riau Kota Pekanbaru memberikan dukungan penuh dan apresiasi setinggi-tingginya atas gagasan Wako Agung Nugroho. Ini adalah langkah mulia dalam memperkuat identitas budaya sekaligus merawat ingatan kolektif masyarakat," ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, penamaan pintu tol dengan nama tokoh pendiri kota memiliki makna strategis. 

Selain sebagai gerbang utama mobilitas masyarakat, pintu tol juga menjadi simbol representasi daerah yang dapat memperkenalkan nilai sejarah kepada masyarakat luas.

Ia menambahkan, langkah tersebut dapat menjadi sarana edukasi yang efektif, khususnya bagi generasi muda, agar tetap mengenal dan menghargai akar sejarah daerahnya di tengah pesatnya pembangunan.

"Ini bukan hanya soal nama, tetapi bagaimana kita menjaga jati diri daerah. Pintu tol sebagai akses utama keluar-masuk kota sangat tepat jika disematkan nilai historis lokal," jelasnya.

Lebih jauh, Datuk Seri Rizky melihat adanya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur modern dengan pelestarian nilai-nilai tradisi. 

Menurutnya, kemajuan daerah tidak harus menghilangkan identitas budaya yang telah diwariskan.

"Pembangunan jalan tol tentu mendorong pertumbuhan ekonomi, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, identitas lokal harus tetap menjadi bagian dari pembangunan tersebut," tambahnya.

Ia menilai, gagasan ini menjadi contoh kolaborasi yang harmonis antara kemajuan dan kearifan lokal, sehingga pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga nilai-nilai budaya.

"Melalui penamaan ini, kita diingatkan bahwa membangun masa depan tidak boleh melupakan sejarah. Ini adalah langkah yang sangat bijak," tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, pihak LAM Riau Kota Pekanbaru menyatakan siap bersinergi dengan Pemerintah Kota dalam mengawal usulan tersebut hingga dapat direalisasikan.

Datuk Seri Rizky berharap gagasan ini dapat segera mendapat persetujuan dari pihak terkait, sehingga dapat menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Kota Pekanbaru.

"Semoga ini bisa segera terwujud dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks