Pencarian

Podcast Kelupas

Dari Bolu hingga Rendang, Tiga Kuliner Unik Berbasis Sawit Ini Kaya Cita Rasa

Sabtu, 30 Mei 2026 • 13:32:33 WIB
Dari Bolu hingga Rendang, Tiga Kuliner Unik Berbasis Sawit Ini Kaya Cita Rasa
Bolu sawit. (Ist)

PEKANBARU – Kelapa sawit selama ini lebih dikenal sebagai bahan baku minyak goreng. Padahal, komoditas andalan Indonesia tersebut memiliki beragam produk turunan yang dapat diolah menjadi pangan bernilai tinggi dan bercita rasa khas. 

Perkembangan riset dan inovasi di sektor sawit telah melahirkan berbagai produk kuliner kreatif yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki potensi ekonomi besar bagi pelaku UMKM. Mulai dari bolu sawit, gula merah sawit, hingga rendang berbahan krimer sawit, semuanya menjadi bukti bahwa sawit bisa diolah menjadi produk pangan yang unik dan berdaya saing. 

Dikutip dari laman Palm Oil Indonesia, berikut tiga produk pangan berbasis sawit yang menarik perhatian masyarakat: 

1. Bolu Sawit, Oleh-oleh Khas Jambi yang Makin Populer
Bolu sawit menjadi salah satu inovasi kuliner berbasis sawit yang cukup sukses di pasaran. Produk ini dikembangkan oleh pelaku UMKM asal Jambi, Iin Arlina, yang memanfaatkan saripati buah sawit sebagai bahan utama pembuatan bolu. 

Dalam berbagai kesempatan, Iin menjelaskan bahwa bolu sawit dibuat dari saripati Tandan Buah Segar (TBS) sawit varietas tenera yang dipadukan dengan bahan-bahan berkualitas premium. Hasilnya adalah bolu dengan aroma khas, tekstur lembut, dan cita rasa gurih yang berbeda dari bolu pada umumnya. 

Iin mengungkapkan ide pengembangan bolu sawit berawal dari dorongan pemerintah daerah agar pelaku UMKM menciptakan produk unggulan berbasis sumber daya lokal Kabupaten Bungo, Jambi. 

"Atas dorongan tersebut, kami berhasil meracik resep bolu berbasis buah sawit. Bolu sawit memiliki kekhasan karena menghadirkan aroma dan rasa yang berbeda dibanding bolu lainnya. Teksturnya lembut dan gurih," ujar Iin dalam kegiatan webinar beberapa waktu lalu. 

Tak berhenti di situ, Iin juga mengembangkan berbagai produk turunan lainnya seperti bolu sawit kering, sagoon sawit, selai sawit, hingga dodol sawit. Bahkan, bolu sawit kini dikenal sebagai salah satu makanan khas Jambi yang mulai diminati konsumen dari berbagai daerah. 

2. Gula Merah Sawit, Alternatif Pemanis dari Nira Batang Sawit
Selain buahnya, batang kelapa sawit ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gula merah. 

Proses pembuatannya dimulai dari batang sawit tua yang sudah tidak produktif. Setelah bagian pucuk dikupas, batang akan mengeluarkan nira yang kemudian disaring dan direbus hingga mengental serta membentuk gula. 

Gula merah sawit memiliki karakteristik tekstur yang lebih lembut dan tidak terlalu keras dibandingkan gula merah pada umumnya. Tingkat kemanisannya juga cenderung lebih rendah dibanding gula aren. 

Keunggulan lainnya adalah pemanfaatan batang sawit tua yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dari tanaman sawit secara keseluruhan. 

3. Rendang Sawit, Inovasi yang Mempercepat Proses Memasak
Inovasi menarik lainnya adalah rendang berbasis sawit. Produk ini memanfaatkan Non-Dairy Creamer (NDC) yang dihasilkan dari pengolahan minyak sawit sebagai bahan utama dalam bumbu rendang atau Rendang Seasoning Mix. 

NDC berbahan sawit digunakan sebagai pengganti santan atau tepung dalam bumbu rendang. Penggunaan bahan ini memberikan sejumlah keunggulan, seperti masa simpan yang lebih panjang, penyimpanan yang lebih praktis, serta aman bagi konsumen yang mengalami intoleransi laktosa. 

Tak hanya itu, bumbu rendang berbasis krimer sawit juga mampu memangkas waktu memasak secara signifikan. Jika rendang tradisional membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam, penggunaan Rendang Seasoning Mix berbasis sawit dapat mempercepat proses memasak menjadi sekitar satu jam. 

Peluang Besar bagi UMKM 

Beragam inovasi pangan berbasis sawit tersebut menunjukkan bahwa komoditas sawit tidak hanya bernilai sebagai bahan baku industri minyak goreng dan energi, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor kuliner. 

Dengan kreativitas dan dukungan pengembangan teknologi pangan, produk-produk berbasis sawit berpeluang menjadi sumber pertumbuhan baru bagi UMKM lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks