Pencarian

Podcast Kelupas

Disbun Riau Genjot Produktivitas Sawit Rakyat Lewat Program PSR

Jumat, 03 April 2026 • 20:04:00 WIB
Disbun Riau Genjot Produktivitas Sawit Rakyat Lewat Program PSR
Pekerjaan tengah mengangkat tandan buah segar (TBS) sawit.

PEKANBARU (RA) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menargetkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 11.600 hektare di Provinsi Riau pada tahun 2026. Target tersebut akan direalisasikan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah kabupaten serta partisipasi aktif para petani. 

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Supriadi, mengatakan target PSR tahun ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama seluas 5.000 hektare dan tahap kedua mencapai 6.600 hektare. 

"Untuk saat ini, fokus kita adalah memenuhi target tahap pertama terlebih dahulu. Jika sudah tercapai, baru dilanjutkan ke tahap kedua," ujar Supriadi, yang akrab disapa Ucup, saat berbincang dengan riauaktual.com, belum lama ini. 

Ia menjelaskan, hingga awal tahun 2026, sekitar 176 hektare kebun sawit telah masuk dalam proses awal, termasuk penerbitan rekomendasi teknis (rekomtek). Pemerintah daerah pun optimistis proses tersebut dapat segera berjalan. 

"Mudah-mudahan bulan ini sudah bisa berproses. Saat ini memang masih ada kendala, baik di akun kabupaten maupun di sisi pekebun," jelasnya. 

Ucup berharap capaian PSR tahun ini tidak mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, ia menargetkan realisasi PSR 2026 bisa melampaui capaian tahun lalu. 

Menurutnya, keberhasilan program PSR sangat bergantung pada peran aktif pemerintah kabupaten dan kesiapan petani. Disbun Riau, kata dia, siap memfasilitasi seluruh kebutuhan, baik dari sisi administrasi maupun teknis. 

"Kalau bisa kita fasilitasi, pasti kita bantu. Karena itu, kami juga mendorong kabupaten untuk lebih aktif," tegasnya. 

Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan di lapangan. Saat ini banyak kebun sawit di Riau yang sudah memasuki usia replanting, namun sebagian petani masih enggan melakukan peremajaan. 

Salah satu penyebabnya adalah harga tandan buah segar (TBS) sawit yang masih kompetitif, sehingga petani khawatir kehilangan sumber pendapatan selama masa peremajaan berlangsung. 

"Harga sawit masih bagus, jadi petani takut kehilangan penghasilan saat kebunnya diremajakan," ungkapnya. 

Sebagai solusi, pemerintah telah menyiapkan langkah untuk menjaga pendapatan petani selama masa replanting, salah satunya melalui program ketahanan pangan dari Kementerian Pertanian. 

"Petani bisa memanfaatkan lahan replanting dengan menanam tanaman pangan seperti padi gogo, semangka, dan tanaman semusim lainnya. Ini bisa menjadi sumber penghasilan selama masa peremajaan," pungkasnya. 

Sebagai informasi, program PSR merupakan salah satu program strategis nasional yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). 

Melalui program ini, petani mendapatkan bantuan dana untuk peremajaan kebun sawit yang sudah tidak produktif, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks