PEKANBARU (RA) - PTPN IV PalmCo mempercepat langkah hilirisasi industri kelapa sawit nasional dengan rencana pembangunan fasilitas pengolahan terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pembangunan tersebut akan segera dimulai setelah Lebaran, menunggu keputusan pemegang saham.
"Secara kesiapan kami sudah matang. Kami estimasikan groundbreaking bisa dilakukan pasca-Lebaran," ujarnya, Selasa (24/3/2026) kemarin.
Proyek ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi nasional yang juga sejalan dengan arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Dalam pengembangannya, PalmCo akan menggeser fokus bisnis dari sekadar produksi Crude Palm Oil (CPO) menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi.
Salah satunya adalah pengolahan menjadi Bio Propylene Glycol (BioPG) yang dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan.
Pada tahap awal, PalmCo akan membangun sejumlah fasilitas, di antaranya pabrik margarin dan shortening berkapasitas 40.000 ton per tahun, serta pabrik Cocoa Butter Equivalent (CBE) dan Cocoa Butter Substitute (CBS) berkapasitas 34.000 ton per tahun.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pembangunan pabrik biodiesel berkapasitas 450.000 ton per tahun untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi bertahap pada akhir 2028 dan diperkirakan mampu menyerap sekitar 2.900 tenaga kerja.
Tak hanya itu, fasilitas hilirisasi ini juga diharapkan memberi kepastian pasar bagi petani sawit. PalmCo memproyeksikan pada 2030 mampu menyerap hingga 2,7 juta ton tandan buah segar (TBS) per tahun.
"Ini bukan hanya proyek industri, tapi juga upaya menggerakkan ekonomi daerah dan menjaga keberlanjutan ekosistem sawit nasional," kata Jatmiko.