PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendukung dan mengapresiasi langkah Polda Riau yang menginisiasi program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.
Langkah ini dinilai sejalan dan bersinergi dengan komitmen Pemerintah Daerah dalam memaksimalkan pelayanan publik dari aspek infrastruktur.
Apalagi dalam implementasinya, pihak Polda Riau mengedepankan semangat kolaborasi dalam melibatkan berbagai stakeholder terkait. Semangat bahu membahu ini diyakini menjadi salah satu alternatif solusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dari sisi layanan akses transportasi publik di Bumi Melayu Lancang Kuning.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menilai, langkah positif dan dukungan pihak Polda Riau sejatinya perlu didukung dan diapresiasi serta disikapi dengan bijak.
"Apalagi pendekatan yang dilakukan Polda Riau justru menjadi contoh baik dalam membangun infrastruktur berbasis kolaborasi lintas sektor, tanpa membebani anggaran pemerintah maupun dana sosial masyarakat," katanya.
Dalam penerapannya, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi juga merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional yang berangkat dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Yang dibangun adalah semangat kebersamaan. Ada kontribusi dari dunia usaha melalui CSR, ada partisipasi masyarakat, dan ini menjadi model pembangunan yang sangat positif,” lanjutnya.
Plt Gubri menilai Polda Riau hadir tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam mempercepat pemerataan pembangunan dari sisi infrastruktur. Khususnya di daerah-daerah yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur dasar dalam bentuk akses jembatan.
"Polda Riau bergerak aktif mengeksekusi pembangunan infrastruktur sederhana yang mampu membuka akses wilayah, meningkatkan konektivitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Terkait pembatalan kontribusi senilai Rp3 miliar oleh Baznas Riau, Plt Gubri menilai hal tersebut telah menjadi melalui pertimbangan positif agar tidak menimbulkan kontra di tengah masyarakat.
"Sejak awal, Polda Riau tidak pernah meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Riau maupun Baznas terkait pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Ini murni gerakan kolaboratif yang dibangun atas semangat gotong royong dan kebersamaan,” ungkapnya.