Pencarian

Podcast Kelupas

Plt Gubri Harap Pasokan dan Distribusi Pangan Dijaga

Rabu, 11 Maret 2026 • 14:36:55 WIB
Plt Gubri Harap Pasokan dan Distribusi Pangan Dijaga
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto (tengah)

PEKANBARU (RA) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengungkapkan bahwa Provinsi Riau masih menghadapi inflasi yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Dikatakannya, berdasarkan data BPS pada Februari 2026, Riau mengalami inflasi sebesar 0,32 persen secara bulanan atau month to month (m-to-m).

Sedangkan, jika dilihat secara tahunan, tingkat inflasi di Riau tercatat mencapai 5,30 persen year to year. Angka tersebut menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan target inflasi nasional yang telah ditetapkan pemerintah.

“Angka ini tentu perlu menjadi perhatian kita bersama karena masih berada di atas target inflasi nasional tahun 2026 sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen,” ujar SF Hariyanto.

Dijelaskan, penyebabnya inflasi di Riau saat ini berasal dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Beberapa komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi diantaranya adalah cabai merah dan daging ayam ras yang mengalami peningkatan harga seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Menurutnya, kenaikan permintaan terhadap komoditas tersebut merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun menjelang bulan Ramadan, ketika masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan konsumsi untuk menjalani ibadah puasa.

"Khususnya komunitas seperti cabai merah dan daging ayam ras. Permintaannya memang meningkat menjelang bulan Ramadan. Di setiap lapangan kita juga melihat pola yang hampir sama setiap tahun, menjelang Ramadan permintaan cabai biasanya meningkat cukup tajam," katanya.

Dituturkan, di berbagai daerah pola yang terjadi hampir serupa, hal ini seperti permintaan cabai merah meningkat cukup tajam menjelang Ramadan sehingga memicu kenaikan harga di pasar.

Selain itu, harga daging ayam ras juga mulai mengalami kenaikan seiring meningkatnya konsumsi masyarakat yang mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan pokok untuk Ramadan dan Idulfitri.

Tidak hanya faktor permintaan, meningkatnya mobilitas distribusi barang serta aktivitas perdagangan juga turut mempengaruhi dinamika harga di pasar. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta pelaku usaha agar stabilitas harga tetap terjaga.

"Selain itu, meningkatnya mobilitas distribusi barang serta aktivitas perdagangan juga turut mempengaruhi dinamika harga pasar. Karena itu, kita harus memastikan bahwa pasokan tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap berjalan dalam kondisi yang terkendali," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks