PEKANBARU (RA) - Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru menggelar razia di kawasan rawan peredaran narkotika, tepatnya di Jalan Kampung Dalam, Kecamatan Pekanbaru Kota, Sabtu (15/2/2026) malam.
Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 23.00 WIB tersebut, petugas mengamankan empat orang yang terbukti positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine.
Razia dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Mochamad Jacub N. Kamaru, bersama jajaran opsnal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Ramadan.
"Menjelang Ramadan, kami meningkatkan kegiatan rutin yang ditingkatkan dalam bentuk razia di daerah rawan peredaran narkotika. Kampung Dalam menjadi salah satu fokus pengawasan," ujar Kompol Jacub dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).
Sebelum pelaksanaan, seluruh personel diberikan arahan terkait standar operasional prosedur (SOP) agar kegiatan berjalan sesuai aturan dan tetap humanis.
Dalam operasi tersebut, petugas menyasar gang-gang kecil yang kerap dijadikan lokasi transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.
Dari hasil penyisiran, ditemukan empat orang penyalahguna dengan hasil tes urine positif.
Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti berupa alat isap sabu (bong), satu butir pil ekstasi, serta satu cartridge pods yang disembunyikan di dalam tumpukan pasir.
"Barang bukti yang ditemukan di antaranya alat isap sabu, satu butir pil ekstasi, serta cartridge pods yang disembunyikan. Seluruhnya sudah kami amankan," jelasnya.
Keempat penyalahguna berikut barang bukti kemudian dibawa ke kantor Satresnarkoba Polresta Pekanbaru untuk proses lebih lanjut.
Polisi memastikan para pengguna akan menjalani proses rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kompol Jacub menegaskan, pihaknya akan terus melakukan razia dan penindakan terhadap peredaran narkotika, khususnya menjelang Ramadan.
"Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman," tutupnya.