Pencarian

Podcast Kelupas

Lewat Integrasi Sawit-Padi Gogo, Indonesia Diprediksi Bisa Surplus Beras

Senin, 09 Februari 2026 • 15:51:36 WIB
Lewat Integrasi Sawit-Padi Gogo, Indonesia Diprediksi Bisa Surplus Beras
Ilustrasi penamaan padi Gogo di lahan perkebunan sawit yang direplanting. (Foto: Kementerian Pertanian)

PEKANBARU (RA) - Program replanting atau peremajaan kebun kelapa sawit dinilai menyimpan potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, menyebut Indonesia bahkan berpeluang menjadi negara kaya beras jika integrasi sawit dengan penanaman padi gogo dijalankan secara serius dan masif.

Menurut Supriadi, setiap kebun sawit yang direplanting seharusnya diwajibkan menanam padi gogo selama masa tanam ulang. 

Skema ini dinilai sangat realistis karena lahan sawit yang sedang diremajakan belum produktif dan dapat dimanfaatkan untuk tanaman pangan.

"Kalau setiap kebun sawit yang direplanting diwajibkan menanam padi gogo, itu luar biasa. Setahun saja, kalau yang direplanting sekitar 2,5 sampai 5 persen dari total perkebunan sawit, itu sudah tersedia sekitar 100 ribu hektare lahan," ujar Supriadi, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, luas lahan tersebut bahkan lebih besar dibandingkan total lahan sawah di Riau yang saat ini hanya berkisar 60 ribu hektare. Artinya, dari satu program saja, produksi beras bisa meningkat signifikan.

"Itu sudah lebih luas dari lahan sawah kita. Bayangkan kalau ini berjalan konsisten, kontribusinya terhadap ketersediaan beras nasional akan sangat besar," jelasnya.

Namun demikian, Supriadi menegaskan keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan regulasi yang kuat. Ia menilai pendekatan berbasis imbauan tidak akan cukup untuk mendorong keterlibatan seluruh pihak.

"Saat ini tinggal bagaimana dukungan regulasinya. Kalau hanya imbauan, pasti agak sulit. Tapi kalau sifatnya mandatori, saya yakin ini bisa terlaksana," tegasnya.

Lebih lanjut, Supriadi mengingatkan bahwa beras merupakan kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia, sehingga upaya meningkatkan produksi dalam negeri harus menjadi prioritas bersama.

"Kita juga harus menyadari bahwa kita ini makan nasi semua. Jadi sudah semestinya sektor perkebunan dan pangan berjalan beriringan," pungkasnya.

Program integrasi sawit dan padi gogo ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkebunan secara berkelanjutan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks