SIAK (RA) - Warga Jalan Pertiwi Kampung Pinang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau digegerkan dengan temuan seorang Ibu terkapar di lantai rumahnya dengan kondisi mulut mengeluarkan darah, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Korban diketahui bernama Lince Nainggolan (66). Ia diduga dianiaya oleh anak laki-lakinya, Hendri Pernando (37), yang menurut keterangan keluarga mengalami gangguan jiwa.
Anak korban, Nurmaria, mengatakan dirinya bersama warga mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah korban. Saat didatangi, korban sudah tergeletak di teras rumah.
"Kami langsung membawa ibu ke Puskesmas Kecamatan Tualang. Namun pihak medis menyatakan ibu sudah meninggal dunia," ujarnya.
Nurmaria mengungkapkan, pelaku kerap mengamuk dan merusak barang-barang di rumah. Ia juga menyebut adiknya telah beberapa kali menjalani perawatan di RS Jiwa Tampan, Pekanbaru.
"Sepanjang 2025, sudah enam kali dibawa berobat. Biasanya dirawat sekitar satu minggu lalu dipulangkan. Terakhir Desember 2025," jelasnya.
Menurutnya, pihak rumah sakit sempat meminta keluarga menjemput pelaku pada Februari 2026.
Meski awalnya menolak karena kondisi ibu sedang sakit, keluarga akhirnya menjemput dan pelaku kembali tinggal bersama orang tua.
Tetangga korban, Arozidhu Gea, juga menyebut pelaku jarang keluar rumah, namun sering berjalan-jalan saat kondisinya kambuh.
Ia mengaku pernah menjadi korban penganiayaan pelaku, namun tidak melaporkannya karena memahami kondisi kejiwaannya.
Kapolsek Tualang, Kompol Teguh Wiyono, membenarkan peristiwa tersebut.
Setelah menerima laporan, personel gabungan Reskrim dan Intelkam Polsek Tualang melakukan pengejaran dan mengamankan pelaku sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Indah Kasih, Kelurahan Perawang.
"Pelaku langsung diamankan ke Polsek. Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku memang pernah dirawat di RS Jiwa, dibuktikan dengan surat ringkasan pulang," jelasnya.
Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Perawang menunjukkan korban mengalami luka lecet di hidung, telinga berdarah, luka di tangan kiri sekitar 4 cm, lebam di leher, rahang membiru, serta kondisi leher bengkok ke kanan. Korban dinyatakan meninggal dunia.
Namun demikian, pihak keluarga yang diwakili ayah pelaku dan kakak kandungnya menyatakan tidak membuat laporan polisi serta menolak dilakukan autopsi dan visum et repertum, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.