Pencarian

Podcast Kelupas

Bentrokan Berdarah di Rohul Tewaskan Pekerja Koperasi, 12 Orang Diamankan Polisi

Senin, 09 Februari 2026 • 09:34:12 WIB
Bentrokan Berdarah di Rohul Tewaskan Pekerja Koperasi, 12 Orang Diamankan Polisi
Pekerja PT Berkat Satu yang mengalami luka serius akibat bentrokan.

ROHUL (RA) - Bentrokan berdarah terjadi di areal perkebunan kelapa sawit eks PT Berkat Satu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Insiden tersebut menewaskan satu orang pekerja koperasi dan menyebabkan sejumlah lainnya luka-luka.

Peristiwa itu terjadi di Dusun IV Rintis, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Sabtu (7/2/2026) sore.

Bentrokan melibatkan pekerja dari tiga koperasi dengan Pam Swakarsa PT Nusantara Sawit Majuma (NSM), mitra kerja sama operasional (KSO) PT Agrinas Palma Nusantara (APN).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bentrokan pecah sekitar pukul 17.00 WIB saat para pekerja koperasi tengah beristirahat di barak Kantor eks PT BS.

Situasi memanas setelah sekelompok Pam Swakarsa mendatangi lokasi, hingga berujung pada bentrok fisik.

Akibat kejadian tersebut, seorang pekerja koperasi berinisial BB meninggal dunia di lokasi. Selain itu, dua orang mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan.

Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis, sementara jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan autopsi.

Salah seorang saksi sekaligus korban selamat, Adi, mengatakan bentrokan terjadi secara tiba-tiba.

"Kami sedang istirahat di barak, tiba-tiba datang sekelompok orang. Situasi langsung kacau dan kami berusaha menyelamatkan diri," ujar Adi, Senin (9/2/2026).

Pasca kejadian, para pekerja koperasi bersama pengurus dari tiga desa melaporkan insiden tersebut ke Polsek Bonai Darussalam.

Laporan terdaftar dengan dugaan penganiayaan berat dan pembunuhan berencana.

Polres Rokan Hulu bergerak cepat. Hingga Minggu (8/2/2026) sore, polisi telah mengamankan 12 orang terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu AKP Tony Prawira menegaskan penanganan perkara dilakukan secara profesional.

"Kami telah mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dan masih melakukan pendalaman. Proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan," katanya.

Polisi juga telah melakukan olah TKP serta mengamankan barang bukti. Sementara itu, pihak kecamatan menjadwalkan pertemuan para pihak pada Selasa (10/2/2026) untuk membahas kelanjutan kerja sama operasional di areal perkebunan tersebut.

"Hingga kini, kepolisian masih mendalami motif dan rangkaian bentrokan yang menelan korban jiwa tersebut," jelas AKP Tony.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks