Pencarian

Podcast Kelupas

Bentrok Antar Pam Swakarsa di Rohul, Satu Orang Tewas

Ahad, 08 Februari 2026 • 19:00:00 WIB
Bentrok Antar Pam Swakarsa di Rohul, Satu Orang Tewas
Ilustrasi istimewa.

ROHUL (RA) - Bentrokan antar kelompok pengamanan swakarsa (Pam Swakarsa) terjadi di kawasan lahan eks PT Berkat Satu, Dusun IV Rintis, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sabtu (7/2/2026).

Insiden berdarah itu menewaskan satu orang dan menyebabkan sejumlah lainnya luka-luka.

Kericuhan disebut dipicu skema Kerja Sama Operasi (KSO) yang dijalankan PT Agrinas Palma Nusantara di lokasi tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, kelompok Pam Swakarsa dari PT Nusantara Sawit Mazuma selaku pihak KSO PT Agrinas Palma Nusantara mendatangi barak kantor kebun PT Berkat Satu.

Di lokasi, kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru Desa Kasang Padang tengah bersiaga.

Kasi Humas Polres Rokan Hulu, AKP Yohanes mengatakan, sebelum kejadian kedua pihak sebenarnya telah dimediasi oleh Polsek Bonai Darussalam dan sepakat menahan diri sambil menunggu proses mediasi lanjutan.

"Mediasi dijadwalkan Selasa (10/2/2026) di Kantor Camat Bonai Darussalam," kata Yohanes, Minggu (8/2/2026).

Namun, sebelum mediasi terlaksana, sekitar 50 orang Pam Swakarsa dari pihak KSO datang beramai-ramai.

Mereka diduga membawa senjata tajam dan senapan angin, lalu mendesak kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru serta pekerja PT Berkat Satu untuk mengosongkan barak.

"Situasi memanas ketika upaya menenangkan massa tak diindahkan," ujarnya.

Kericuhan pun pecah. Kaca jendela barak dilaporkan pecah dan terjadi tembakan senapan angin ke arah bangunan.

Kepanikan membuat kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru berlarian menyelamatkan diri melalui pintu belakang.

Akibat kejadian tersebut, satu anggota Pam Swakarsa KUD Telago Biru, Bernadus Betu alias Jon, tewas di tempat.

Selain itu, dua orang mengalami luka berat akibat tembakan, sementara tiga lainnya luka ringan, termasuk luka bacok dan luka akibat benda tajam.

Polisi yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan pihak yang terlibat, serta mengevakuasi korban.

"Korban meninggal dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk autopsi, sementara korban luka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan," jelas Yohanes.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak perusahaan guna mencegah konflik susulan.

"Kami menyiagakan personel tambahan dan melakukan penggalangan terhadap kedua kelompok untuk menjaga situasi tetap kondusif," tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks