PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus mengupayakan ketersediaan bahan pokok.
Salah satunya dengan menggelar Operasi Pasar Murah menyentuh seluruh kabupaten kota di Provinsi Riau
Direktur BUMD PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay menyebutkan pihaknya terus menggiatkan operasi pasar murah sebagai upaya menekan laju inflasi dan menjamin ketersediaan pangan di daerah.
"Sesuai dengan arahan pak Plt Gubernur dalam menghadapi HBKN tentang bagaimana kita menjaga stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi pangan. Karena berdasarkan hukum ekonomi antara supply dan demand, jika barang banyak di pasaran pasti harga akan stabil, itulah tujuan kita menggelar operasi pasar murah," katanya.
Dikatakan Ade Putra, sepanjang 2026, pihaknya telah menggelar 23 operasi pasar murah.
"Sepanjang 2026 ini, PT Riau Pangan Bertuah telah menggelar 23 operasi pasar. Kita gelar dari Senin sampai Jumat, dan dalam sepekan ada yang di luar Kota Pekanbaru," katanya.
"Seperti pekan lalu kita adakan di Kabupaten Siak dan pekan ini kita adakan di Kabupaten Kampar," sambungnya.
Meskipun HBKN kerap kali dikaitkan dengan lonjakan harga dan keterbatasan stok pangan, Ade Putra menyebutkan pihaknya dapat menjamin hal tersebut tidak akan terjadi.
"Berdasarkan hasil koordinasi kita stakeholder, Insya Allah kebutuhan pangan di Provinsi Riau cukup untuk 2 bulan kedepan. Dari data itu, masyarakat diimbau untuk tidak panic buying dan belanja bijak. Kita TPID Riau juga menjalin kerjasama dengan Provinsi DIY dan Jawa Tengah untuk ketersediaan itu," katanya.
Bagi masyarakat yang ingin berbelanja pada kegiatan Operasi Pasar Murah, diharapkan dapat mengantre dengan tertib dan datang pada waktu yang telah ditentukan.
"Pasar murah akan digelar pada pukul 08.00 wib. Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik," pungkasnya.