Pencarian

Podcast Kelupas

Pelabuhan BSL Bengkalis Disiapkan Jadi Pusat Kuliner dan UMKM

Selasa, 03 Februari 2026 • 18:09:11 WIB
Pelabuhan BSL Bengkalis Disiapkan Jadi Pusat Kuliner dan UMKM
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, saat mengecek Pelabuhan Bandar Sri Laksamana.

BENGKALIS (RA) - Pemerintah Kabupaten Bengkalis mulai melakukan pembenahan Pelabuhan Bandar Sri Laksamana (BSL) di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bengkalis.

Kawasan pelabuhan ini ke depan direncanakan dikembangkan menjadi pusat kuliner dan ruang usaha UMKM guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan pembenahan dilakukan secara bertahap, diawali dengan inventarisasi seluruh aset yang ada di kawasan pelabuhan.

"Saat ini kita sudah mulai melakukan pembenahan dan pendataan aset-aset yang ada di Pelabuhan BSL," ujar Ardiansyah, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, pematangan kawasan pelabuhan diupayakan pada tahun anggaran berjalan.

Jika kondisi keuangan daerah memungkinkan, pembiayaan akan diusulkan melalui APBD Perubahan.

Namun jika belum memungkinkan, penganggaran akan dimasukkan pada APBD 2027.

"Kalau memungkinkan di tahun ini dan dananya tersedia, akan kita usulkan di APBD Perubahan. Jika belum, kita masukkan di anggaran 2027," jelasnya.

Menurut Ardiansyah, sejumlah fasilitas di Pelabuhan BSL, khususnya di lantai dua, masih dalam kondisi cukup baik dan layak digunakan.

Fasilitas seperti area memasak, kantin, dan gerai telah tersedia, meski memerlukan penataan serta perbaikan ringan.

"Di lantai dua itu semuanya sudah ada, mulai dari tempat memasak, kantin hingga gerai. Hanya perlu pembenahan karena ada beberapa aset, seperti kaca yang pecah," ungkapnya.

Ke depan, kawasan Pelabuhan BSL akan diarahkan menjadi pusat kuliner, kafe, serta ruang usaha bagi pelaku UMKM.

Selain itu, Dishub Bengkalis juga berencana menata ulang sistem retribusi dengan memindahkan pintu retribusi dari bagian depan ke dalam area pelabuhan.

"Pintu retribusi akan kita pindahkan ke dalam, supaya pengunjung yang hanya datang ke kafe atau pusat kuliner tidak dikenakan retribusi masuk pelabuhan," katanya.

Saat ini, aktivitas pelabuhan masih terfokus pada terminal penumpang. Sementara ruang-ruang kosong lainnya akan dimanfaatkan sebagai gerai UMKM, kafe, pusat kuliner, serta tempat penjualan oleh-oleh khas Bengkalis, seperti kain tenun dan kue tradisional.

"Harapan kita, kawasan ini bisa lebih hidup. Lantai dua akan kita jadikan pusat kuliner dan kafe anak muda yang terbuka untuk umum," pungkas Ardiansyah.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks