Pencarian

Tragis, Balita 5 Tahun Tewas Diduga Tenggelam di Galian Septitank Pasar Kopah

Senin, 19 Januari 2026 • 21:31:00 WIB
Tragis, Balita 5 Tahun Tewas Diduga Tenggelam di Galian Septitank Pasar Kopah
Balita 5 tahun tewas diduga tenggelam di galian septitank Pasar Kopah.

KUANSING (RA) - Seorang balita laki-laki berusia 5 tahun ditemukan meninggal dunia diduga akibat tenggelam di dalam galian septitank bangunan Koperasi Merah Putih di kawasan Pasar Kopah, Desa Titian Modang, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (19/1/2026).

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, melalui Kasat Reskrim Polres Kuansing Iptu Gerry Agnar Timur, membenarkan peristiwa tersebut.

Polisi menerima laporan sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung turun ke lokasi kejadian.

"Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Kuantan Tengah bersama Unit Reskrim segera mendatangi TKP, melakukan olah TKP, memasang garis polisi, serta mengumpulkan keterangan saksi," ujar Iptu Gerry.

Korban diketahui berinisial AF (5), warga Pasar Kopah, Desa Titian Modang. Orang tua korban berinisial M (25), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di alamat yang sama.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP, kejadian bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat korban bersama orang tuanya pergi berbelanja ke kedai di sekitar Pasar Kopah.

Dalam perjalanan, korban diduga terpisah dari orang tuanya dan berada di sekitar area pasar yang berdekatan dengan lokasi galian septitank.

Usai berbelanja, orang tua korban menyadari anaknya tidak berada di sekitar mereka.

Pencarian dilakukan hingga mengarah ke lokasi galian septitank bangunan Koperasi Merah Putih yang saat itu tidak terdapat aktivitas pekerjaan.

"Korban ditemukan sudah dalam kondisi tenggelam di dalam kubangan air galian septitank berukuran sekitar 2 meter x 1,5 meter dengan kedalaman kurang lebih 1,5 meter," jelas Kasat Reskrim.

Orang tua korban kemudian mengangkat korban dari dalam galian sambil berteriak meminta pertolongan.

Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung datang membantu dan membawa korban ke Puskesmas Kopah.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Saksi KM (35) dan R (45) mengaku mendengar teriakan minta tolong dari arah belakang kedai dan melihat orang tua korban mengangkat anaknya dari dalam kubangan air.

Keduanya sempat memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke puskesmas.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, korban dibawa oleh pihak keluarga ke rumah kakeknya di Desa Pulau Baru Kopah untuk dimakamkan.

Polisi telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pemasangan garis polisi di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui galian septitank tersebut tidak dilengkapi pagar pengaman, terisi air, serta tidak terdapat papan proyek maupun rambu peringatan.

Kapolres Kuansing melalui Kasat Reskrim mengimbau pihak terkait agar lebih memperhatikan aspek keselamatan di setiap lokasi pembangunan, khususnya yang berada di area publik.

"Kami mengimbau agar setiap lokasi pembangunan dilengkapi pengamanan yang memadai, seperti pagar dan rambu peringatan, untuk mencegah terjadinya kecelakaan, terutama terhadap anak-anak," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks