Legislator Husni: 81 Tahun Kemerdekaan RI, Ekonomi Tumbuh, Kerukunan Masyarakat Menguat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:33:20 WIB
Dialektika Demokrasi bertema "Menjaga Kemerdekaan, Merawat Persatuan: Bersama Mewujudkan Keamanan dan Kondusifitas Bangsa. (Foto : Ist)

JAKARTA (RA) - Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI, M Husni menilai peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia harus menjadi momentum krusial untuk merawat capaian pembangunan sekaligus memperkuat kemandirian bangsa.

Sejumlah indikator nasional, mulai dari pertumbuhan ekonomi, tata kelola haji, lapangan kerja, hingga stabilitas keamanan menunjukkan arah yang semakin positif.

Menurut Husni, kemerdekaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremonial sejarah, melainkan harus diwujudkan nyata lewat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Bagaimana tentunya kita dalam 81 tahun kemerdekaan tentang bagaimana bisa melakukan perawatan kemerdekaan," ujar Husni  dalam Dialektika Demokrasi bertema "Menjaga Kemerdekaan, Merawat Persatuan: Bersama Mewujudkan Keamanan dan Kondusifitas Bangsa" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). 

Politisi Gerindra ini menyoroti performa ekonomi nasional yang berhasil tumbuh sebesar 5,45 persen pada kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan merefleksikan kuatnya aktivitas ekonomi domestik. 

Meski demikian, ia mengingatkan agar pertumbuhan ini terus diimbangi dengan kebijakan penciptaan lapangan kerja yang masif.Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, Husni juga memberikan apresiasi khusus terhadap reformasi penyelenggaraan ibadah haji. 

Kehadiran Kementerian Haji dan Umrah dinilai membawa perubahan besar yang berdampak pada efisiensi biaya dan lonjakan kepuasan jemaah.

"Dengan dibukanya kementerian yang baru yang namanya Kementerian Haji dan Umrah, kita bisa melihat penyelenggaraan haji terbaik sepanjang sejarah," tambah Husni, seraya menekankan pentingnya evaluasi berkala yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Husni memandang aspek kerukunan dan keamanan masyarakat sebagai modal utama penopang keberlanjutan pembangunan. Kondisi sosial dan keamanan yang kondusif terbukti memberikan ruang bagi masyarakat untuk menggerakkan roda ekonomi dengan rasa aman.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan melihat adanya pergeseran atau perubahan paradigma kebijakan yang mendasar di era pemerintahan saat ini.  Perubahan paradigma ini tercermin jelas melalui eksekusi tiga pilar program kerja strategis pemerintah, yaitu program Makan Bergizi Gratis, pengaktifan Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan Sekolah Rakyat.

Tags

Terkini

Terpopuler