Korban Tewas Gempa M 7,7 di NTT Bertambah Jadi 53 Orang

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:54:54 WIB
Foto : Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (BPBD Kabupaten Manggarai Timur)

JAKARTA (RA) - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. 

Hingga Minggu (16/8/2026) sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 orang meninggal dunia.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, angka tersebut meningkat dari data sebelumnya yang mencatat 47 korban meninggal dunia.

"Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore hari ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia," ujar Abdul Muhari sebagaimana dilansir dari Rmol.id.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB, korban meninggal dunia tersebar di enam kabupaten. Korban terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang, disusul Manggarai Timur 20 orang.

Selanjutnya, Kabupaten Sikka mencatat empat korban meninggal dunia, Manggarai Barat dua orang, Ende dua orang, dan Nagekeo satu orang.

Atas bertambahnya jumlah korban tersebut, BNPB menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana gempa tersebut.

"Atas nama pemerintah, kita mendoakan yang terbaik untuk para korban dan menyampaikan rasa simpati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan," tutur Abdul.

Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat sedikitnya 135 warga mengalami luka-luka. Para korban saat ini mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.

Rinciannya, Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 80 orang. Dari jumlah tersebut, 21 orang mengalami luka berat dan 59 lainnya luka ringan.

Sementara di Kabupaten Manggarai terdapat 37 korban luka, terdiri dari 17 orang luka berat dan 20 orang luka ringan. Kemudian Kabupaten Sikka mencatat 12 korban luka, sedangkan Manggarai Barat terdapat enam korban luka berat.

BNPB bersama tim gabungan hingga kini masih melakukan penanganan dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak. Proses evakuasi serta penanganan korban terus dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan dan pelayanan yang diperlukan.

Pemerintah juga terus mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Terkini

Terpopuler