JAKARTA - Jajaran Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI melakukan ziarah ke makam Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026) kemarin.
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam agenda ziarah tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani hadir didampingi sejumlah Wakil Ketua MPR, di antaranya Hidayat Nur Wahid, Rusdi Kirana, dan Lestari Moerdijat. Turut hadir pula ketiga putri almarhum Bung Hatta, yakni Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta.
Ahmad Muzani menyampaikan bahwa ziarah ini merupakan bentuk penghormatan setinggi-tingginya atas jasa, perjuangan, serta pemikiran Bung Hatta yang menjadi fondasi penting perjalanan bangsa Indonesia.
“Alhamdulillahirabbilalamin, pada sore hari ini pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia bisa berziarah ke makam proklamator kita, Doktor Mohammad Hatta. Setelah pada sebelumnya kita berziarah ke makam proklamator Insinyur Soekarno di Blitar, dan hari ini kita sampai di makam Bung Hatta,” ujar Muzani di TPU Tanah Kusir.
Muzani menegaskan peran strategis Bung Hatta dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia, terutama dalam memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia di tingkat internasional melalui Konferensi Meja Bundar (KMB).
Selain dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan bersama Soekarno dalam dwitunggal kepemimpinan bangsa, Bung Hatta juga merupakan tokoh kunci yang merancang fondasi ekonomi nasional. Pemikiran beliau yang menekankan asas kekeluargaan dan koperasi hingga kini terpatri dalam Konstitusi.
“Beliau lah yang juga salah satu proklamator bersama Bung Karno yang ketika itu disebut Dwi Tunggal. Beliau juga yang merancang perekonomian kita. Pasal 33, Pasal 34 adalah bagian dari yang menjadi konsen beliau," katanya.
"Beliau lah yang merancang perekonomian berdasarkan atas asas kekeluargaan yang kemudian berwujud koperasi, sehingga beliau disebut Bapak Koperasi Indonesia,” lanjut Muzani.