Kelola 18 Ton Sampah, Pemkab Inhu Belajar ke Jakarta Utara

Kamis, 09 Juli 2026 | 15:41:50 WIB
Pemkab Inhu belajar kelola sampah ke Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara.

JAKARTA (RA) - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah melalui penguatan sistem manajemen persampahan sejak dini.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar kunjungan kerja dan studi tiru ke Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara sebagai bagian dari rangkaian Roadshow Pemkab Inhu Jilid II.

Kunjungan yang berlangsung Hari Rabu (8/7/2026) itu dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Elpahri Adha serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Rombongan diterima Kepala Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edy Mulyanto, bersama Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Biogas, Sri Wahyuni.

Saat ini, Kabupaten Indragiri Hulu memproduksi sekitar 18 ton sampah per hari. Meski jumlah tersebut masih relatif terkendali, Pemkab Inhu memilih melakukan benchmarking ke Jakarta Utara yang telah memiliki sistem pengelolaan sampah berskala besar.

Jakarta Utara diketahui mengelola sekitar 1.380 ton sampah per hari, terdiri atas sekitar 700 ton sampah organik dan 680 ton sampah anorganik. Wilayah tersebut juga meraih penghargaan sebagai Pengelola Bank Sampah Induk Terbaik Nasional Tahun 2024.

Dalam pemaparannya, Edy Mulyanto menjelaskan berbagai inovasi yang diterapkan Jakarta Utara, mulai dari pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar industri semen, pengembangan budidaya Black Soldier Fly (BSF), eco-farming, instalasi biogas, hingga penyediaan drop point sampah organik untuk pakan ternak.

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga didukung oleh keterlibatan masyarakat melalui Gerakan Pilah Sampah yang dijalankan kelompok Dasawisma.

"Langkah ini didukung kuat oleh Gerakan Pilah Sampah oleh Ibu-Ibu Dasawisma di hulu," ujar Edy.

Sekda Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah yang telah terbukti berhasil diterapkan.

Menurutnya, kondisi produksi sampah di Inhu saat ini menjadi momentum yang tepat untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih baik sebelum volume sampah terus meningkat.

"Produksi sampah kita di Inhu saat ini berada di angka 18 ton per hari. Ini adalah momentum emas bagi kita untuk membangun sistem pengelolaan yang benar sebelum volumenya melonjak di masa depan," kata Zulfahmi, Kamis (9/7/2026).

Ia berharap hasil studi tiru tersebut dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Indragiri Hulu sehingga sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan.

Sementara itu, Kepala DLH Indragiri Hulu, Elpahri Adha, menyebut konsep yang diterapkan Jakarta Utara akan dianalisis untuk disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Menurutnya, pemanfaatan sampah organik melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF) dan sistem eco-farming dinilai sangat memungkinkan diterapkan di Kabupaten Indragiri Hulu untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Melalui hasil studi tersebut, Pemkab Inhu berencana menyiapkan pilot project pengelolaan sampah berbasis komunitas dan teknologi tepat guna sebagai langkah menuju sistem persampahan yang lebih modern, berkelanjutan, serta bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Terkini

Terpopuler