Audisi PB Djarum 2026 Bergulir di Pekanbaru, Buru Bibit Baru Bulutangkis Nasional

Rabu, 08 Juli 2026 | 12:54:00 WIB
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kota Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).

PEKANBARU (RA) - Audisi Umum PB Djarum 2026 resmi bergulir di Pekanbaru, Rabu (8/7/2026). Sebanyak 306 peserta dari beberapa provinsi di Sumatera dan Jawa ikut berpartisipasi pada ajang pencarian bibit atlet berbakat skala nasional ini.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026 Sigit Budiarto mengatakan, proses seleksi pada audisi umum ini menggunakan format screening dengan sistem gugur pada pertandingan awal.

Kemudian dilanjutkan dengan turnamen hingga ke babak final. Juara masing-masing kategori langsung mendapat tiket karantina di Kudus selama satu bulan.

“Adapun yang masuk dalam penilaian standar tim seleksi di PB Djarum 2026, di antaranya fokus ke teknik permainan, penguasaan lapangan, daya juang, hingga postur tubuh. Setelah masuk ke tahap karantina selama satu bulan, para peserta akan dilakukan evaluasi setelah dua minggu sebelum keputusan final siapa yang berhak bergabung ke PB Djarum,” katanya.

Dilanjutkannya, tim pencari bakat juga diberi wewenang memberikan super tiket tambahan berdasarkan pengamatan bakat. Karena itu, kuota untuk karantina tidak bisa ditentukan.

“Artinya bisa lebih banyak yang terjaring. Sehingga kesempatan dan peluangnya sangat terbuka,” tegasnya.

Sigit juga menjelaskan alasan kenapa Kota Pekanbaru dipilih untuk menjadi lokasi audisi umum PB Djarum tahun ini. Di Pekanbaru, ajang pencarian bibit ini sengaja digelar untuk menangkap potensi atlet dari kawasan barat Indonesia.

Ia mengatakan, regenerasi bulutangkis nasional membutuhkan talenta dari seluruh penjuru negeri. Animo yang tinggi dari daerah mendorong pergeseran lokasi pencarian bakat dari sebelumnya hanya digelar di Kudus.

“Kami berusaha untuk mendekatkan diri ke daerah supaya bisa melihat potensi daerah untuk menemukan bibit yang bagus. Kalau kita lihat potensi tidak hanya di Jawa, peluang di daerah luar Jawa tentu lebih bisa berpartisipasi,” tambah Sigit.

Sementara itu, salah seorang peserta asal Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Ayunda menyebutkan semangat ingin membanggakan orang tua dan keluarga besar menjadi motivasi bagi dirinya dalam mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026.

Peserta kategori K-12 Putri ini mengaku sudah mempersiapkan diri dengan maksimal. Bahkan, dirinya sudah berlatih sejak dua tahun lalu.

"Sudah gabung di klub sejak 2024, jadi latihan terus. Dan semoga usaha dalam latihannya bisa memberikan hasil terbaik," kata Ayunda.

Keberangkatan Ayunda ke Kota Pekanbaru, dikatakannya berawal dari informasi yang didapat melalui sosial media dan didukung oleh orang tuanya.

"Pas tahu ada audisi ini dari sosial media, langsung ngomong ke orang tua. Dan orang tua mendukung, jadinya berangkat ke sini (Kota Pekanbaru) sama orang tua," sebutnya.

Peserta lainnya, Rana yang mengikuti audisi melalui kategori K-11 mengatakan keinginin menjadi atlet muda berprestasi menjadi pendorong dirinya berangkat dari Kota Padang, Sumatera Barat ke Kota Pekanbaru.

"Mau jadi atlet berprestasi, dapat beasiswa dan bisa jalan-jalan ke luar negeri juga. Sekaligus mau membanggakan orang tua, dan Alhamdulillah didukung sama mama dan papa juga," katanya.

Disebutkannya, sejak tiga tahun terakhir juga telah berlatih melalui klub bulutangkis di daerahnya.

"Sejak dari kelas 2 SD ikut klub, sekarang sudah kelas 5 SD. Harapannya bisa jadi juara dan membanggakan orang tua," pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler