PTPN IV Regional III Pecahkan Rekor, Sawit Baru Panen di Usia 2,5 Tahun dengan Produktivitas Hampir Dua Kali Lipat Nasional

Rabu, 01 Juli 2026 | 05:00:00 WIB
PTPN IV Regional III Pecahkan Rekor.

PEKANBARU (RA) - PTPN IV PalmCo melalui entitasnya di Provinsi Riau, PTPN IV Regional III, kembali mencatatkan capaian positif dalam program peremajaan kebun sawit. 

Tanaman sawit hasil replanting berhasil memasuki masa panen pada usia 2,5 tahun atau saat tanaman belum menghasilkan (TBM-3), lebih cepat dari umumnya.

Tak hanya panen lebih awal, tanaman sawit muda seluas 2.032,76 hektare tersebut juga diproyeksikan menghasilkan produktivitas tandan buah segar (TBS) rata-rata 7,52 ton per hektare. 

Angka tersebut hampir dua kali lipat dibanding rata-rata produktivitas nasional untuk tanaman dengan usia yang sama yang hanya berkisar 3 hingga 4 ton per hektare.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil penerapan budidaya yang tepat, disiplin dalam pengelolaan kebun, serta pemanfaatan teknologi dalam proses perawatan tanaman.

"Capaian ini hampir dua kali lipat dibanding rerata nasional untuk usia tanam serupa yang hanya sekitar 3–4 ton per hektare," ujar Bambang saat panen perdana di Kebun Sei Siasam, Kabupaten Rokan Hulu, awal pekan ini.

Panen perdana di Kebun Sei Siasam dilakukan pada areal seluas 597,89 hektare yang tersebar di Afdeling 1 dan Afdeling 2 dengan produktivitas mencapai 7,83 ton per hektare. Bambang menyebut Sei Siasam menjadi salah satu kebun yang berhasil menjalankan transformasi melalui program peremajaan yang dimulai pada Desember 2023.

"Dari 2.032 hektare kebun sawit yang diremajakan secara serentak, sekitar 597 hektare berada di Sei Siasam. Hasilnya sangat membanggakan, mencapai 7,83 ton per hektare. Selanjutnya kita tantang untuk bisa menembus 8 ton," katanya.

Panen perdana juga dilakukan serentak di sejumlah kebun lainnya. Di Kebun Air Molek II, Kabupaten Indragiri Hulu, sawit muda seluas 535,59 hektare berhasil mencatat produktivitas 8,13 ton per hektare.

Sementara Kebun Terantam menghasilkan 7,10 ton per hektare dari areal 329,66 hektare. Program serupa juga berlangsung di Kebun Lubuk Dalam, Sei Buatan, dan Sei Berlian.

Menurut Bambang, program replanting tersebut menjadi bagian dari target besar PTPN IV PalmCo untuk mencapai produktivitas crude palm oil (CPO) sebesar 7 ton per hektare per tahun. Regional III ditunjuk sebagai pilot project dalam mewujudkan target tersebut melalui penerapan agronomi presisi, digitalisasi, serta pengelolaan kebun yang berkelanjutan.

"Fokus kami bukan hanya pada kuantitas, tetapi juga kualitas. Setiap hektare yang diremajakan harus dikelola dengan disiplin tinggi agar menghasilkan rendemen dan produktivitas maksimal," ujarnya.

Operation Head PTPN IV Regional III, Sori Ritonga, menambahkan bahwa program peremajaan juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Sustainable Palm Oil Management yang sejalan dengan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) serta standar sertifikasi RSPO dan ISPO.

"Menanam kembali artinya kita menanam harapan baru, untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar kebun," kata Sori.

Sementara itu, Business Support Head PTPN IV Regional III, Achmedy Akbar, menilai momentum panen perdana tersebut tidak hanya menjadi keberhasilan di sektor budidaya, tetapi juga menjadi penyemangat bagi seluruh insan planters untuk terus melakukan perbaikan.

"Momentum ini juga harus kita jadikan kesempatan untuk meremajakan semangat kita, memperbarui cara kerja dan pola pikir sebagai bagian dari transformasi yang terus kami jalankan selama tiga tahun terakhir," tuturnya.

Saat ini, PTPN IV Regional III telah mencatat produktivitas CPO sebesar 5,06 ton per hektare dan terus bergerak menuju target 7 ton per hektare, jauh di atas rata-rata produktivitas nasional yang masih berada di kisaran 3 hingga 4 ton per hektare.

Tags

Terkini

Terpopuler