Pemprov Riau Siap Dampingi Kasus Dugaan Pelecehan di Unri, UPT PPA Turun Koordinasi

Selasa, 28 April 2026 | 17:37:53 WIB
Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau, Hj Fariza.

PEKANBARU (RA) - Penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum dokter di lingkungan Universitas Riau (UNRI) mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Riau. 

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Pemprov Riau menyatakan siap memberikan pendampingan jika dibutuhkan.

Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau, Hj Fariza, mengatakan secara aturan, penanganan awal kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus berada di bawah kewenangan satuan tugas internal kampus.

"Sesuai dengan aturan Permendikbudristek, kampus sudah memiliki unit sendiri yaitu Satgas PPKPT yang menerima laporan, melakukan asesmen hingga menangani kasus," ujar Fariza, Selasa (28/4/2026).

Namun demikian, pihaknya menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap akan hadir jika penanganan membutuhkan dukungan tambahan, khususnya melalui Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).

"Kalau ada kasus yang perlu ditangani oleh UPT PPA, tentu kita akan tetap membantu," tegasnya.

Fariza mengungkapkan, sejauh ini pihaknya melalui UPT PPA telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur.

"Sebagai pemerintah provinsi, UPT kita sudah melakukan koordinasi," katanya.

Ia menilai, lingkungan kampus seperti UNRI sebenarnya telah memiliki sumber daya yang memadai untuk menangani kasus semacam ini, mulai dari tenaga ahli hukum hingga psikolog.

"Di kampus itu kan semuanya ada, ada ahli hukum, tenaga psikolog, dan lainnya. Jadi kita berharap kasus ini bisa diselesaikan sesuai dengan aturan yang berlaku," jelasnya.

Fariza juga berharap proses penanganan berjalan transparan dan tetap mengedepankan perlindungan terhadap korban, termasuk pemulihan psikologis.

Kasus dugaan pelecehan ini sebelumnya telah ditangani oleh Satgas PPKPT UNRI, dengan jumlah laporan korban yang terus bertambah. Hingga kini ada 30 orang korban yang melapor dan bahkan salah satu korban mengalami trauma. Pemeriksaan terhadap para korban juga masih terus dilakukan.

Tags

Terkini

Terpopuler