Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Riau Masuk Kategori Rendah

Jumat, 06 Februari 2026 | 17:47:35 WIB

PEKANBARU (RA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di wilayah tersebut masih dalam kondisi terkendali. Hal itu tercermin dari nilai Gini Ratio September 2025 sebesar 0,304.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi mengatakan angka tersebut mengalami penurunan 0,003 poin dibandingkan Maret 2025 yang tercatat sebesar 0,307. Sementara jika dibandingkan September 2024, Gini Ratio juga turun 0,002 poin dari sebelumnya 0,306.

“Rasio Gini sempat mengalami peningkatan pada Maret 2025, namun kembali menurun menjadi 0,304 pada September 2025. Ini menunjukkan ketimpangan pengeluaran penduduk secara keseluruhan semakin terkendali," ujar Asep di Pekanbaru, Jumat (6/2/2026).

Asep menjelaskan, angka Gini Ratio tersebut merupakan gabungan kondisi perkotaan dan perdesaan. Di wilayah perkotaan, Gini Ratio Riau pada September 2025 tercatat 0,337, menurun dibandingkan Maret 2025 sebesar 0,345, namun sedikit meningkat dibandingkan September 2024 yang sebesar 0,333.

Sementara itu, Gini Ratio di wilayah perdesaan tercatat sebesar 0,268. Angka ini relatif stabil dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 0,267 dan mengalami penurunan dibandingkan September 2024 yang tercatat 0,271.

Selain Gini Ratio, Asep menambahkan bahwa ketimpangan juga dapat diukur menggunakan indikator persentase pengeluaran kelompok 40 persen penduduk terbawah atau ukuran Bank Dunia.

Berdasarkan indikator tersebut, distribusi pengeluaran kelompok 40 persen terbawah di Provinsi Riau pada September 2025 tercatat 22,31 persen, yang menempatkan Riau dalam kategori ketimpangan rendah.

“Di wilayah perkotaan, angkanya sebesar 21,40 persen dan di perdesaan 23,45 persen. Keduanya masuk dalam kategori ketimpangan rendah," jelas Asep.

Tags

Terkini

Terpopuler