Dihadapan Para Perempuan Katolik

Ade Hartati Rahmat Soroti Peran Perempuan dalam Literasi Digital di Era Modern

Ade Hartati Rahmat Soroti Peran Perempuan dalam Literasi Digital di Era Modern
Ade Hartati Rahmat

Riauaktual.com - Ade Hartati Rahmat, M.Pd., Bakal Calon Walikota Pekanbaru dari Partai Amanat Nasional (PAN), memberikan pandangannya mengenai literasi perempuan di Indonesia pada Sabtu (18/05) lalu di Aula SMA Santa Maria Pekanbaru.

Sebagai anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau yang telah menjabat selama dua periode, Ade menekankan pentingnya peran perempuan dalam sejarah literasi Indonesia, yang tidak dapat dipisahkan dari sosok R.A. Kartini. Meskipun banyak pejuang perempuan lain seperti Laksamana Malahayati, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dien, dan Roehanna Koeddoes, nama Kartini sering kali dikaitkan erat dengan gerakan literasi perempuan di Indonesia.

“Nama harum tokoh kita ini, laksana metafora ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’,” ujar Ade Hartati. 

Ia menambahkan bahwa era digital saat ini menawarkan banyak peluang dan tantangan bagi perempuan. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai 221.563.479 jiwa pada tahun 2024, dengan kontribusi penetrasi internet yang hampir seimbang antara laki-laki (50,7%) dan perempuan (49,1%).

Namun, Ade mencatat bahwa perempuan dalam rentang usia produktif 26-40 tahun memiliki akses internet yang lebih sedikit dibandingkan kelompok usia lainnya. Perempuan dalam usia ini sering kali disibukkan dengan tanggung jawab mengurus anak, keluarga, atau membangun karier, sehingga penetrasi mereka di dunia maya tidak sebesar kelompok usia lainnya.

Ade mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi literasi perempuan, termasuk functional skill, interaction and communication, dan critical skill. 

“Sebagai jalan keluarnya, perempuan hendaknya diberikan kesempatan untuk belajar melalui platform website, media sosial, televisi, radio, dan media lainnya. Kerjasama antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk memperluas kesempatan profesi di bidang IT bagi perempuan dan mendukung mereka untuk tidak takut atau minder memiliki keahlian digital,” jelasnya.

Ade juga menekankan pentingnya mendukung perempuan untuk berkarir di bidang teknologi, seperti software developer, web developer, game and application developer, database administrator, hardware engineer, system analyst, content creator, animation maker, dan profesi lainnya. 

“Semakin banyak perempuan yang berhasil di bidang tersebut, maka secara mental perempuan Indonesia akan lebih percaya diri bersaing dengan laki-laki. Apabila hambatan-hambatan mental yang dihadapi oleh perempuan berhasil diminimalisir, maka hambatan kultural pun akan terkikis sedikit demi sedikit,” tambah Ade.

Pertemuan ini, yang diselenggarakan oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Provinsi Riau, juga dihadiri oleh Widy Hartono, M.D., dan Psikolog Dra. Rumondang JK Napitupulu, M.Si. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan literasi dan kesetaraan gender di era digital.

#PWI RIAU

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index