Survei Indikator Politik: Ganjar Unggul tapi Stuck, Prabowo Reborn, Anies Melemah

Survei Indikator Politik: Ganjar Unggul tapi Stuck, Prabowo Reborn, Anies Melemah
Ganjar Prabowo Anies. ©2022 Merdeka.com

Riauaktual.com - Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil survei terbaru dengan men-simulasi tiga nama calon presiden (capres). Yakni, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Menurut Burhanuddin, tidak terjadi perubahan yang signifikan. Hasil survei menunjukkan, perolehan dukungan untuk ketiga nama tersebut masih sangat kompetitif, tidak ada yang dominan.

Ganjar memperoleh 36,8 persen, sementara Prabowo tercatat 27,0 persen. Kemudian Anies mendapatkan 26,8 persen.

"Satu masa di mana kompetensi elektoral melahirkan semacam ketidakpastian. Pertama karena tidak ada petahana, kedua calon-calon yang muncul itu sangat kompetitif terutama tiga nama, tidak ada yang dominan," kata Burhanuddin, dalam paparannya secara virtual, Minggu (26/3).

Dia menjabarkan tren elektabilitas ketiga sosok tersebut. Ganjar, meskipun berada di posisi teratas, tetapi dalam beberapa bulan terakhir tidak ada peningkatan malah cenderung stuck.

Sementara, Prabowo Subianto yang diprediksi akan terlempar jauh dari posisi top three mampu meroket tajam pada beberapa bulan ini.

"Ganjar meski di tingkat pertama tidak terlalu besar bahkan dalam beberapa bulan mengalami stuck. Prabowo dianggap tinggal menunggu waktu untuk terlempar dalam persaingan, ternyata kompetitif lagi beberapa bulan," ungkapnya.

Dinamika Elektabilitas Terjadi Sampai Daftar Capres

Sementara elektabilitas Anies Baswedan terlihat terus melemah. Padahal, Anies sudah mendapat tiket capres setelah didukung NasDem, Demokrat dan PKS.

"Mas Anies yang sempat mendapatkan momentum setelah dicapreskan oleh NasDem bahkan mendapat dukungan dari Demokrat dan PKS malah melemah," ujar dia.

Namun demikian, lanjut Burhanuddin, dinamika elektabilitas ketiga sosok tersebut masih akan terus terjadi sampai tiba waktunya pendaftaran capres ke KPU.

"Suasana ketidakpastian ini yang akan terus kita dapatkan sampai bulan September pas masa pendaftaran," imbuhnya.

 

 

Sumber: Merdeka.com


 

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index