Tampil Seksi Nonton Piala Dunia 2022 Qatar, Mantan Miss Kroasia Terancam Dipenjara

Tampil Seksi Nonton Piala Dunia 2022 Qatar, Mantan Miss Kroasia Terancam Dipenjara
Ivana Knoll (Foto: Instagram/@knolldoll)

Riauaktual.com - BEBERAPA perilaku suporter fanatik negara yang bertanding di Piala Dunia 2022 Qatar menjadi sorotan. Mulai dari suporter Jepang senang bebersih stadion hingga hingga terbaru Ivana Knoll, suporter Timnas Kroasia yang terancam dipenjara di Qatar. 

Perilaku Ivana Kroll yang merupakan model seksi sekaligus mantan finalis Miss Kroasia 2016 itu menjadi sorotan. Sebab, dia dengan berani melarang aturan berpakaian yang berlaku di stadion Piala Dunia 2022 maupun selama di Qatar. Ivana Knoll dituding sengaja memamerkan payudara dengan model busananya selama menonton pertandingan maupun di luar stadion.  

Ivana Knoll

Dapat dilihat di Instagram pribadinya, Ivana Knoll dengan berani membagikan foto-foto seksi mengenakan pakaian yang dianggap bendera Kroasia. Pakaian tersebut dinilai sangat seksi dan ini yang bikin Ivana terancam dipenjara.

Menurut laporan The South African, apa yang dikenakan Ivana jelas melanggar aturan ketat yang diberlakukan oleh negara Islam. Ya, Ivana dengan jelas memamerkan bentuk tubuh, tak hanya itu dia mengekspos area sensitifnya, meski tidak sepenuhnya.

Sadar akan perilakunya yang menentang aturan Piala Dunia 2022, Ivana malah berani melawan. Dia dengan tegas mengatakan tidak peduli dengan risiko dipenjara tersebut.

Ivana Knoll

"Pertama saya berpikir bahwa jika Piala Dunia terjadi di sana (Qatar), pasti mereka akan mengizinkan kami, para suporter, merasa nyaman tanpa batasan apapun," pembelaan Ivana.

"Lalu saya mendengar tentang aturan berpakaian dan saya terkejut. Aturan berpakaian melarang memperlihatkan bahu, lutut, perut, dan lainnya dan saya seperti, 'Ya Tuhan, saya bahkan tidak punya pakaian untuk menutupi semua itu," sambungnya.

Karena disenggol caranya berpakaian, Ivana mengaku sangat marah dan kecewa. Dia membalas komentar Qadar dengan aturannya itu.

"Saya sangat marah, karena kami di Eropa menghormati perempuan berhijab dan saya pikir mereka juga perlu menghormati cara hidup kami, agama kami," tambah Ivana.

 

 

Sumber: Okezone.com

 

Berita Lainnya

index