Tinjau SLB Sri Mujinab, Ade Hartati : Proses Belajar Mengajar Tetap Berjalan

Tinjau SLB Sri Mujinab, Ade Hartati : Proses Belajar Mengajar Tetap Berjalan
Anggota DPRD Riau dapil Kota Pekanbaru, Ade Hartati Rahmat saat tinjau kegiatan belajar mengajar di SLB Sri Mujinab pasca penarikan kursi dan meja oleh vendor, Rabu (22/6)

Riauaktual.com - Terkait pemberitaan penarikan kursi dan meja oleh vendor di Sekolah Luar Biasa (SLB) Sri Mujinab. Anggota DPRD Riau daerah pemilihan Kota Pekanbaru, Ade Hartati Rahmat langsung melakukan peninjauan, Rabu (22/6). 

Ade Hartati mengatakan sejauh ini proses belajar mengajar masih berjalan secara normal tanpa terganggu hal apapun. 

"Secara pribadi dan dewan dapil kota, disempatkan lah melihat situasi sebenarnya. Dan kebetulan pak Job (Plt Kadisdik Riau, red) dan Kabid PKPLK pak Fahmijan juga sedang tinjauan," ujar Ade Hartati kepada Riauaktual.com.

"Kalau yang saya lihat, proses belajar mengajar tidak terganggu karena meja dan kursi yang lama masih ada. Masih sangat representatif dibanding yang baru," tambahnya. 

Anggota Komisi V DPRD Riau ini menilai hal tersebut terjadi dikarenakan kurangnya koordinasi mengenai kerjasama antara vendor dan Dinas Pendidikan.

"Menurut pak Fahmijan, anggaran ini sebenarnya ada sekitar Rp1,6 miliar yang dibantukan untuk beberapa sekolah yang bersifat lelang. Entah bagaimana ceritanya, vendor ini mengantar barang tanpa adanya kontrak, karena ada beberapa perubahan (Kabid PKPLK Kaifi Azmi meninggal dunia dan diganti) akhirnya vendornya pun bingung mengenai prosedurnya, akhirnya ditarik lah barang itu," tuturnya.

Ade pun sudah melakukan koordinasi dengan Plt Kadisdik Riau, Job Kurniawan. Dikatakannya Disdik sudah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini, mengingatkan kewenangan berada ditangan Pemprov Riau. 

"Ini kan kewenangan provinsi dan pada tahun 2018 ada beberapa yang mendapatkan bantuan dana, salah satunya SLB Sri Mujinab ini. Tadi pak Job sudah menyampaikan akan segera menyelesaikan," kata Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Riau ini. 

Ade Hartati mendorong Pemprov Riau untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut sesuai regulasi yang ada. Kedepannya, diharapkan segala perencanaan agar dipersiapkan dengan matang baik dari segi perencanaan, pelaksanaan maupun tata kelola. 

"Jangan hanya merencanakan pas pelaksaan terputus, ya begini jadinya. Kita harapkan ini sinkron agar segala sesuatu nya itu dapat dikelola dengan cara yang bertanggung jawab," pungkasnya.

Berita Lainnya

View All