Tim Tabur Kejati Riau Tangkap Terpidana PT Inhutani Yang DPO Selama 18 Tahun

Tim Tabur Kejati Riau Tangkap Terpidana PT Inhutani Yang DPO Selama 18 Tahun

Riauaktual.com - Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Riau berhasil menangkap seorang terpidana kasus korupsi pada PT Inhutani IV yang merugikan negara Rp1,2 miliar.

Dimana terpidana Agus Sukaryanto yang melarikan diri selama 18 tahun 10 bulan berhasil ditangkap di Komplek Perumahan Barangan Indah, Jalan Anggrek, Kota Palembang, Rabu (10/11/2021) sekitar pukul 20.45 WIB.

"Tim Tabur Kejati Riau, Kejari Inhu dan bantuan Kejati Sumatera Selatan berhasil menangkap buronan DPO dari Kejari Inhu atas nama Agus Suakryanto," kata Asintel Kejati Riau, Raharjo Budi Krisnanto, Jumat (12/11/2021).

Dikatakan Raharjo sebelum penangkapan dilakukan, tim gabungan terlebih dahulu berkumpul di rumah dinas Kajati Sumatera Selatan untuk breafing.

"Setelah kita selesai diskusi, sekitar pukul 20.30 WIB tim bergerak ke kediaman terpidana. Sesampai di depan rumah, kita memanggil terpidana, saat terpidana keluar kita lakukan penangkapan," terang Raharjo.

Terpidana tersebut kata Raharjo dari pelarian tahun 2003 lalu, Agus Sukaryanto kerap berpindah tempat tinggal dan beganti nomor handphone.

"Beliau berganti status menjadi dosen dan mengajar di salah satu perguruan tinggi. Untuk data kependudukannya juga sudah berubah status pekerjaan sebagai dosen," ujar Raharjo.

Penangkapan buron terpidana korupsi atas nama Agus Sukaryanto, untuk melaksanakan eksekusi atas putusan Pengadilan Negeri Tembilahan Nomor : 48/Pid.B/2002/PN.Tbh Tanggal 30 Januari 2003.

Ir. Agus Sukaryanto bersama-sama dengan Ir. Mujiono (telah ditangkap Tim tabur pada Kamis 28 Oktober 2021 di Palu) secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 1 ayat (1) sub B Jo pasal 28 UU 3 Tahun 1971 Jo Pasal 43A UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) KUHP.

Dengan hukukam penjara selama 2 tahun dan uang pengganti masing-masing Rp600 juta serta denda Rp10 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Atas tuntutan tersebut, terpidana tidak bisa dilakukan eksekusi saat itu karena melarikan diri.

"Saat ini Tim Tabur Kejati Riau masih melakukan pengejaran terhadap 17 terpidana lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang agar segera menyerahkan diri. Tidak ada tempat pelarian yang aman, Tim akan segera memburu mereka," tutup Raharjo.

Dia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 1 ayat (1) sub B Jo pasal 28 Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 1971 Jo Pasal 43A UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Follow WhatsApp Channel RiauAktual untuk update berita terbaru setiap hari
Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index