PEKANBARU (RA) - Aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di kawasan Jalan WR Soepratman, tepatnya di depan Markas Polda Riau, menuai keluhan dari para pedagang takjil yang biasa berjualan di sekitar lokasi Jalan WR Soepratman, Kecamatan Limapuluh, Jumat (6/3/2026) sore.
Sejumlah pedagang mengaku aktivitas demonstrasi membuat kawasan yang biasanya ramai pembeli menjelang waktu berbuka puasa menjadi sepi.
Kondisi itu berdampak langsung pada penjualan mereka yang menurun drastis. Salah seorang pedagang bahkan melontarkan keluhan secara langsung kepada para peserta aksi.
Ia menyebut dagangan yang biasanya laris justru banyak tersisa akibat kondisi jalan yang dipenuhi massa aksi.
"Mengganggu lah buk, sudah setengah lima gak laku-laku dagangan kami. Lihatlah, masih banyak dagangan kami belum terjual. Biasanya ramai orang mencari takjil di Jalan WR Soepratman, tapi gara-gara demo jadi sepi," ujar pedagang tersebut dengan nada kesal.
Para pedagang menuturkan, momen menjelang berbuka puasa merupakan waktu paling ramai bagi mereka untuk menjajakan berbagai jenis takjil.
Biasanya, sejak sore hari masyarakat mulai berdatangan untuk membeli makanan dan minuman berbuka.
"Kami sudah masak dari pagi. Kalau mau demo tu bilang-bilang. Ini demo memblokir jalan. Kami ini pedagang kecil bukan pedagang besar," tutup salah seorang warga.