Riauaktual.com - Trauma terus menghantui gadis ABG yang diperkosa pamannya dan DA dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur. Gadis malang itu memberi sejumlah kesaksian.
Satu per satu pengakuan gadis ABG yang disampaikan Direktur YLBHI LBH Bandar Lampung, Chandra Muliawan, saat dihubungi detikcom, pada Selasa 7 Juli 2020 malam. Korban mengaku mendapat kekerasan seksual dari DA sejak Januari 2020. Tidak hanya itu, korban dijual oleh DA ke pria hidung belang.
Korban Diancam Dibunuh hingga DisantetBerikut Pengakuan Getir Gadis ABG Diperkosa dan Dijual Relawan Pelindung Anak:
Korban mengaku mendapat kekerasan seksual dari DA sejak Januari 2020. Puncaknya pada 28 Juni 2020.
"Puncaknya 28 Juni kemarin. Saat itu DA datang ke rumahnya, kan jarak rumah DA dengan korban itu sekitar 3 jam," kata Direktur YLBHI LBH Bandar Lampung, Chandra Muliawan, sebagaimana dikutip dari detikcom, Selasa (7/7/2020) malam.
Saat itu, DA bermalam di rumah korban. Orang tua di ruang tengah, DA tidur di ruang tamu dan korban di kamar.
"Di situ dia diancam akan dibunuh, diancam disantet jika melaporkan. Karena terancam itu, berdasarkan pengakuan korban, dia 4 kali diperkosa di rumahnya itu," ujarnya.
"Mungkin dari situ dia sudah menyatakan tidak tahan lagi. Tapi tidak bilang ke ortunya dulu, tapi ke temannya, kemudian ortunya. Sebenarnya perkara ini yang bawa ini teman jurnalis juga. Berawal dari penanganan kasus pertama yang korban diperkosa pamannya itu. Tapi teman jurnalis ini terus mengikuti," ujarnya.Korban diduga sudah tidak tahan lagi. Dia akhirnya bercerita kepada rekannya.