Dengan Bersawah, Mak Sri Tak Pernah Beli Beras

Dengan Bersawah, Mak Sri Tak Pernah Beli Beras
Mak Sri ketika menanam padi di sawahnya Desa Padang Mutung, Rumbio, Kampar. Foto: Rio

KAMPAR (RA) - Tradisi masyarakat Kabupaten Kampar yakni bersawah alias menanam padi di sawah. Dengan demikian, bertahun-tahun lamanya masyarakat Kampar tidak lagi membeli beras karena waktu panen tertentu sudah diperhitungkan cadangan beras untuk lima bulan kedepannya.

Seperti yang dirasakan Mak Sri warga Padang Mutung Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar ini sejak mengelolah sawah seluas delapan petak saja dari tahun 1995 dulu hingga sekarang tidak pernah membeli beras. Sebab, hasil panen padinya sudah lebih dari cukup.

"Sejak ada sawah ini memang kami tak pernah beli beras lagi, ya beginilah kami di kampung ini mana pernah beli beras, kalau mau makan ya nanam sendiri padinya," ungkap Mak Sri ketika dikonfirmasi langsung RiauAktual.com di sawahnya, Selasa (08/01/2013).

Untuk biaya makan, masyarakat Kampar memang sudah menanam secara pribadi kebutuhan sepanjang hari, seperti padi, kelapa, sayur mayur, bahkan untuk makan ikan masyarakat Kampar juga tidak perlu membeli karena di sawah juga ada ikan untuk dipancing.

"Suami hanya memikirkan biaya sekolah dan kuliah anak saja lagi, kalau untuk makan sudah lebih dari cukup dengan penghasilan kebun ini. Suami saya kerja sebagai petani karet dan mengembala kerbau, itulah hasilnya untuk biaya sekolah anak-anak," terang Mak dari lima orang anak ini.

Liputan: Rio Agusri
Editor: Riki

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index