Pencarian

Podcast Kelupas

Rakernas APKASINDO Bahas 7 Isu Strategis Petani Sawit untuk 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 • 10:04:15 WIB
Rakernas APKASINDO Bahas 7 Isu Strategis Petani Sawit untuk 2027
Rakernas APKASINDO.

JAKARTA (RA) – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mulai merumuskan resolusi perjuangan petani sawit untuk 2027. Sejumlah persoalan strategis menjadi perhatian, mulai dari perlindungan harga tandan buah segar (TBS), kepastian legalitas lahan, hingga percepatan program peremajaan sawit rakyat (PSR).

Aspirasi tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APKASINDO di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Hasil pembahasan akan disampaikan kepada pemerintah dalam rangkaian Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (Penas) III, Rabu (28/10/2026).

Rakernas tersebut menjadi momentum konsolidasi pengurus pusat dan daerah untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus menyatukan agenda perjuangan petani sawit dari berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Gulat Medali Emas Manurung, menegaskan pentingnya kekompakan seluruh jajaran pengurus dalam memperjuangkan kepentingan pekebun.

“Kita tidak cukup diam. Kita harus bersuara. Kita tidak mau dituduh. Kita harus kompak,” tegas Gulat, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi petani membutuhkan respons organisasi yang terukur dan terkoordinasi. Di antaranya dinamika harga TBS, persoalan tata niaga, indeks K, serta hubungan kemitraan antara petani dan perusahaan perkebunan.

Gulat juga meminta pengurus daerah lebih aktif menghimpun persoalan pekebun dan menyampaikannya melalui mekanisme organisasi. Independensi APKASINDO, terutama dalam mengawal kepentingan petani terkait harga TBS, juga harus tetap dijaga.

Selain persoalan harga, penguatan kelembagaan petani, akses pasar, dan ketersediaan infrastruktur pengolahan menjadi perhatian organisasi. Pembangunan pabrik kelapa sawit di wilayah yang belum memiliki fasilitas memadai dinilai penting untuk mendukung pemasaran hasil panen petani.

Sekretaris Jenderal DPP APKASINDO, Djono A. Burhan, mengatakan Rakernas merupakan bagian dari pelaksanaan amanat organisasi. Forum tersebut membahas program kerja DPP tahun 2027, pemaparan program pengurus daerah, hingga penyusunan resolusi petani sawit.

“Harapannya, dari pertemuan malam ini kita dapat merumuskan kerja APKASINDO tahun 2027 secara bersama dan terukur. Kita juga dapat mengeksekusikannya bersama untuk memberi manfaat bagi petani kelapa sawit Indonesia,” ujar Djono.

Dewan Pembina DPP APKASINDO, Agus Pakpahan, menyoroti pentingnya penguatan koperasi sebagai kelembagaan ekonomi petani sawit.

Menurutnya, koperasi harus memiliki tata kelola yang baik, kemampuan bisnis, serta sumber daya manusia yang memadai. Dengan demikian, koperasi dapat memperkuat posisi tawar pekebun dalam rantai usaha kelapa sawit.

Ia juga mengingatkan agar organisasi menggunakan data dan ilmu pengetahuan dalam menentukan kebijakan maupun langkah perjuangan.

“Kita jangan romantis. Kita logis, kita kritis, dan kita bergerak dengan data,” ujar Agus.

Sementara itu, Dewan Pengawas DPP APKASINDO, Erro Kusnara, meminta seluruh pengurus membuktikan kontribusi nyata bagi petani. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pengurus pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota.

Menurutnya, DPW perlu memperkuat komunikasi dengan pemerintah provinsi, sedangkan DPD harus lebih dekat dengan persoalan petani di daerah. Pengurus juga didorong membangun inovasi dan kemitraan agar organisasi semakin mandiri dalam menjalankan program pendampingan pekebun.

Hasil Rakernas selanjutnya akan dirumuskan menjadi resolusi petani sawit 2027 untuk disampaikan kepada pemerintah dalam rangkaian Penas III APKASINDO.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi perlindungan harga TBS, perbaikan tata niaga, kepastian legalitas lahan, percepatan PSR, penguatan koperasi, kemitraan petani dengan industri pengolahan, serta pengembangan hilirisasi yang memberikan manfaat langsung bagi pekebun.

Untuk merumuskan resolusi tersebut, APKASINDO membentuk tim yang diketuai Dewan Pakar DPP APKASINDO, Gusti A. Gultom. Tim juga melibatkan Eko Jaya Siallagan, Syaiful Bahri, Riyadi Mustafa, dan Mulono Apriyanto.

APKASINDO berharap resolusi tersebut dapat memperkuat dialog antara organisasi petani dan pemerintah. Aspirasi yang dihimpun dari tingkat pusat hingga daerah diharapkan menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan perkebunan kelapa sawit.

Rakernas ini merupakan bagian dari rangkaian Penas III APKASINDO yang mengusung tema "Penguatan Petani Kelapa Sawit dan Sinergitas Hilir Kunci Kedaulatan Energi Indonesia".

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peringatan 26 tahun APKASINDO dalam menghimpun dan memperjuangkan kepentingan petani sawit di Indonesia.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks