Pencarian

Podcast Kelupas

8 Tahun Berbuah Emas! Leli Marlina, Ibu Rumah Tangga asal Riau Harumkan Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 • 19:18:00 WIB
8 Tahun Berbuah Emas! Leli Marlina, Ibu Rumah Tangga asal Riau Harumkan Indonesia
Atlet para tenis meja asal Kabupaten Kuantan Singingi di Riau, Leli Marlina.

PEKANBARU (RA) - Penantian panjang selama hampir delapan tahun akhirnya berbuah manis bagi atlet para tenis meja asal Kabupaten Kuantan Singingi di Riau, Leli Marlina. 

Atlet berusia 28 tahun tersebut berhasil meraih medali emas pada ajang Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, sekaligus kembali mengharumkan nama Indonesia khususnya Provinsi Riau di panggung olahraga internasional.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Leli yang selama ini terus berjuang mengembangkan kemampuan melalui latihan rutin dan berbagai kompetisi. 

Medali emas yang diraihnya menjadi emas pertama setelah terakhir kali meraih prestasi serupa pada 2018 bersama almarhum David Jacobs.

Leli menceritakan perjalanan dan perjuangannya tersebut saat menghadiri acara penyambutan atlet dan ofisial National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di VIP Lancang Kuning, Pekanbaru, Selasa (27/10/2026).

Di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, Leli tetap berkomitmen menjalani latihan untuk mengasah teknik permainan sekaligus menjaga kondisi fisik.

Baginya, konsistensi dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet untuk mencapai prestasi.

"Ini medali emas pertama setelah hampir delapan tahun. Terakhir meraih emas pada 2018 bersama almarhum David Jacobs," ungkapnya.

Pada Asian Para Games 2026, Leli turun di nomor ganda campuran kelas XD10 berpasangan dengan Barce Layaba. Keduanya tampil impresif hingga berhasil memastikan medali emas setelah melewati persaingan ketat dengan atlet-atlet dari negara lain.

Di partai final, pasangan Indonesia tersebut sukses mengalahkan wakil Korea Selatan, Kim Young-gun dan Moon Sung-hye, dengan skor 3-1. Kemenangan itu memastikan Leli dan Barce berdiri di podium tertinggi sekaligus mempersembahkan medali emas bagi Indonesia.

Tidak hanya emas, Leli juga berhasil menyumbangkan medali perunggu dari nomor ganda putri kelas WD10 bersama Osrita Muslim. Dengan demikian, Leli mengoleksi dua medali pada ajang olahraga para tingkat Asia tersebut, yakni satu emas dan satu perunggu.

Di balik keberhasilan tersebut, perjalanan Leli tidak berlangsung mudah. Ia mengakui persaingan dalam pertandingan cukup ketat karena harus menghadapi atlet-atlet berkualitas dari sejumlah negara, termasuk China, Korea Selatan, dan Thailand.

Salah satu pertandingan yang dinilainya cukup berat terjadi pada babak perempat final atau delapan besar ketika menghadapi atlet Thailand. Menurutnya, lawan tersebut memiliki kemampuan yang tidak mudah ditaklukkan.

Leli mengaku memiliki pengalaman kurang menyenangkan saat berhadapan dengan atlet yang sama pada ajang Asian Para Games sebelumnya. Pengalaman kekalahan tersebut menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapinya ketika kembali bertemu di arena pertandingan.

Meski demikian, pengalaman tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat. Leli berusaha tetap fokus, menjaga konsentrasi, serta memberikan kemampuan terbaik pada setiap pertandingan yang dijalani.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. 

Selain sukses meraih emas di nomor ganda campuran, ia juga membawa pulang perunggu dari nomor ganda putri. Capaian itu menjadi bukti kerja keras dan ketekunannya dalam menekuni cabang olahraga para tenis meja.

Atas prestasi yang diraihnya, Leli berharap perhatian dan dukungan pemerintah terhadap atlet para dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar atlet dapat terus mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan berikutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah memberikan bonus sebelum Lebaran. Selain itu, ia berharap rencana pemberian beasiswa bagi atlet dapat direalisasikan sehingga menjadi tambahan motivasi untuk terus berprestasi.

Bagi Leli, dukungan terhadap atlet bukan hanya berkaitan dengan penghargaan atas medali yang diraih, tetapi juga menyangkut keberlanjutan pembinaan dan kesempatan bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan.

Ia berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mereka yang ingin menekuni olahraga. 

Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi dengan sikap pantang menyerah.

Leli berpesan agar generasi muda tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan. Ia mengajak mereka untuk terus belajar, berlatih, dan mencoba kembali meskipun belum berhasil mencapai hasil yang diharapkan.

"Untuk anak-anak muda, terus berusaha dan belajar. Jangan menyerah. Kalau gagal, coba lagi, coba lagi," pesannya.

Keberhasilan Leli Marlina meraih satu medali emas dan satu perunggu di Asian Para Games 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Riau, khususnya Kabupaten Kuantan Singingi.

Setelah melewati perjuangan panjang selama hampir delapan tahun untuk kembali meraih emas, Leli membuktikan bahwa ketekunan dan semangat pantang menyerah menjadi modal penting dalam perjalanan meraih prestasi.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks