Pencarian

Podcast Kelupas

Didenda Rp20 Juta, PSPS Pekanbaru Layangkan Surat Keberatan ke PSSI

Selasa, 27 Oktober 2026 • 12:26:23 WIB
Didenda Rp20 Juta, PSPS Pekanbaru Layangkan Surat Keberatan ke PSSI
PSPS Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) – Manajemen PSPS Pekanbaru melayangkan surat keberatan kepada PSSI atas sanksi denda Rp20 juta yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Klub berjuluk Askar Bertuah itu menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Keberatan tersebut berkaitan dengan laporan pertandingan PSPS Pekanbaru melawan Persiku Kudus pada 26 Oktober 2026. Dalam laporan panitia pelaksana, PSPS disebut gagal menjaga keamanan karena terdapat pihak luar yang memasuki area Field of Play (FOP) dan ruang ganti tim tamu tanpa mengenakan kartu identitas (ID card).

Humas dan Media Officer PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik, membenarkan bahwa klubnya dijatuhi sanksi tersebut. Namun, manajemen menilai memiliki bukti untuk membantah dasar penjatuhan denda.

“Iya, betul kita kena denda. Namun, kita punya bukti bahwa sanksi ini tidak tepat. Kita sudah bersurat kepada PSSI terkait hal ini,” kata M Teza Taufik, Selasa (27/10/2026).

Manajemen PSPS kemudian meminta PSSI meninjau kembali keputusan tersebut. Dari hasil penelusuran internal, sosok yang dilaporkan berada di area terlarang tanpa kartu pengenal diketahui merupakan Direktur Teknik Persiku Kudus, Kahudi Wahyu.

PSPS juga mencermati dokumen foto yang menjadi bukti dalam laporan. Berdasarkan analisis klub, Kahudi Wahyu terlihat berada di lokasi pada pukul 18.05 WIB, ketika pertandingan telah berakhir dan rombongan pemain serta ofisial Persiku Kudus bersiap meninggalkan stadion menuju hotel.

“Jadi otomatis ID card sudah tidak dipakai lagi. Terlihat di foto juga pemain dan ofisial Persiku lainnya sudah tidak memakai ID card karena memang pertandingan sudah selesai,” ujar M Teza Taufik.

Menurut manajemen PSPS, Kahudi Wahyu telah memiliki dan mengenakan kartu identitas resmi sejak rangkaian pertandingan dimulai. Karena itu, klub menilai laporan yang menyebut adanya individu tanpa atribut pengenal perlu ditinjau kembali dengan mempertimbangkan waktu pengambilan foto dan kondisi setelah pertandingan.

Selain meminta pembatalan denda Rp20 juta, PSPS turut mendesak PSSI mengevaluasi kinerja match commissioner yang bertugas dalam pertandingan tersebut.

Kini, keputusan atas surat keberatan itu berada di tangan PSSI. Manajemen PSPS berharap federasi menelaah kembali bukti dan kronologi kejadian sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks