SERANG (RA) - Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari. Operasi tersebut masih dapat diperpanjang apabila tim menemukan petunjuk baru terkait keberadaan korban.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, perpanjangan operasi akan mengikuti mekanisme SAR yang berlaku di Basarnas. Evaluasi dilakukan apabila hingga batas waktu pencarian masih terdapat titik terang yang dapat ditindaklanjuti.
"Ini dilaksanakan selama tujuh hari. Apabila dipandang perlu, dengan ketentuan di Basarnas, memang ada titik terang, masih ada petunjuk-petunjuk lain, itu akan diperpanjang. Nanti divalidasi, ada mekanismenya," kata Hengki sebagaimana dilansir dari Beritasatu.com.
Menurutnya, pencarian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, BPBD, kepolisian, nelayan serta unsur terkait lainnya.
Seluruh tim terus melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda untuk menemukan delapan orang yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
Hengki mengatakan pencarian akan dimaksimalkan selama masa operasi. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang diperhatikan, dengan tinggi gelombang di lokasi berkisar 0,5 hingga 2 meter.
"Kita berharap cuaca tetap mendukung sehingga seluruh unsur dapat melaksanakan penyisiran secara maksimal," ujarnya.
Ia juga meminta keluarga korban tetap bersabar dan mengajak masyarakat mendoakan agar seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
"Kita doakan semoga keluarga besar yang mendapat musibah ini, para jurnalis dan awak kapal lainnya, ditemukan dalam keadaan selamat," kata Hengki.
Delapan orang tersebut merupakan penumpang dan awak kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus dan Donal Husni. Sementara tiga lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK dan Heriyanto sebagai pemandu.