Pencarian

Podcast Kelupas

Dokter Gizi Ungkap Risiko Kebiasaan Makan Nasi 'Segunung'

Jumat, 04 September 2026 • 06:11:52 WIB
Dokter Gizi Ungkap Risiko Kebiasaan Makan Nasi 'Segunung'
Ilustrasi nasi.

RIAUAKTUAL (RA) - Video anak sekolah yang makan di warung makan menarik perhatian di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat sepiring nasi dengan porsi yang cukup besar hingga tampak menggunung.

Porsi nasi seperti itu memang terlihat mengenyangkan, terlebih setelah menjalani aktivitas sekolah sejak pagi. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan ketika porsi nasi dalam jumlah besar menjadi kebiasaan makan sehari-hari.

Melansir detikHealth, dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan konsumsi nasi dalam jumlah besar berarti tubuh mendapatkan karbohidrat dalam jumlah tinggi dalam satu waktu.

"Kalau sebanyak ini, kalau jadi kebiasaan, bisa jadi masalah. Meskipun sekarang orangnya ngerasa sehat-sehat aja," ujar dr Yaze.

Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang umum dikonsumsi sehari-hari. Setelah dikonsumsi, karbohidrat akan dicerna dan menghasilkan glukosa yang kemudian digunakan tubuh sebagai sumber energi.

Ketika nasi dikonsumsi dalam jumlah sangat banyak dalam satu waktu, jumlah karbohidrat yang masuk ke tubuh juga menjadi lebih tinggi. Kondisi tersebut dapat membuat kadar gula darah meningkat tinggi setelah makan.

"Karbohidrat dalam jumlah besar bisa meningkatkan gula darah cukup tinggi setelah makan," jelas dr Yaze.

Menurut dr Yaze, kebiasaan mengonsumsi nasi dalam jumlah besar dapat menjadi masalah ketika dilakukan terus-menerus. Pola tersebut dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, prediabetes hingga diabetes.

Resistensi insulin berkaitan dengan menurunnya respons tubuh terhadap insulin dalam mengatur kadar gula darah normal.

"Kalau berlangsung terus-menerus, bisa meningkatkan resiko resistensi insulin, prediabetes, sampai diabetes," kata dr Yaze.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi tersebut pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan keluhan yang khas. Tubuh dapat tetap terasa sehat meskipun sudah terdapat gangguan dalam pengaturan kadar gula darah.

Ketika gejala mulai muncul, beberapa keluhan yang dapat dirasakan antara lain:

- Sering haus
- Sering buang air kecil
- Sering lapar
- Mudah lelah

Karena itu, tidak adanya keluhan pada tubuh setelah terbiasa makan nasi dalam jumlah besar bukan berarti pola makan tersebut sudah pasti aman untuk dilakukan terus-menerus.

dr Yaze menegaskan nasi tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Perhatian utamanya terletak pada jumlah yang dikonsumsi dan kesesuaiannya dengan kebutuhan tubuh.

"Jadi, nasi bukan berarti nggak boleh, tapi harus sesuai dengan kebutuhan tubuh kita," ujar dr Yaze.

Porsi makan juga perlu dibuat lebih seimbang dengan keberadaan lauk sebagai sumber protein serta sayuran dan buah. Ikuti Pedoman Gizi Seimbang yaitu panduan Isi Piringku untuk mengetahui dengan mudah porsi masing-masing makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi dalam satu hari. Dengan begitu, satu kali makan tidak didominasi oleh nasi dalam jumlah yang terlalu besar.

Bagi anak sekolah, kebutuhan energi memang penting untuk menunjang aktivitas dan proses pertumbuhan. Porsi nasi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi, usia, aktivitas fisik dan keseluruhan pola makan dalam sehari.

Nasi pun tidak perlu dihindari hanya karena khawatir terhadap gula darah. Yang perlu diperhatikan adalah jumlahnya agar tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tidak menjadi kebiasaan mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan dalam satu waktu.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks