Pencarian

Podcast Kelupas

Nyeri Haid Bukan Hal Wajar, Dokter Ingatkan Risiko Endometriosis

Kamis, 03 September 2026 • 17:56:00 WIB
Nyeri Haid Bukan Hal Wajar, Dokter Ingatkan Risiko Endometriosis
dr Yohannes Iddo Adventa.

PEKANBARU (RA) - Menstruasi yang disertai nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari ternyata bukan hal wajar dan tidak boleh disepelekan.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi Eka Hospital Pekanbaru, dr Yohanes Iddo Adventa menyebutkan kondisi itu bisa menjadi tanda gangguan organ reproduksi, termasuk endometriosis.

Menurut dr Yohanes, menstruasi sehat bisa dilihat dari jumlah, durasi, interval, dan keteraturan siklus. Yang mana, durasi normal umumnya 4 hingga 8 hari.

Yang perlu diwaspadai adalah nyeri saat haid, apalagi jika terasa berat atau muncul bersama keluhan lain.

"Jangan pernah menganggap remeh nyeri pada saat menstruasi. Kalau ada nyeri pada saat menstruasi, itu harus segera diperiksakan ke dokter kandungan," ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Ia menjelaskan, nyeri saat haid dapat menjadi salah satu tanda atau faktor risiko endometriosis. Yaitu kondisi ketika jaringan yang menyerupai lapisan dalam rahim tumbuh di luar lokasi yang seharusnya.

dr Yohanes menyebut nyeri haid bisa dipengaruhi genetik hingga kelainan bawaan. Namun pola hidup juga berperan penting.

Ia mendorong perempuan menerapkan pola makan sehat, terutama real food atau makanan minim proses, serta rutin berolahraga.

"Kita ini manusia diciptakan untuk beraktivitas, bukan untuk duduk, tidur-tiduran, menonton TV, sehingga tidak ada kalori yang terbakar di dalam tubuh," katanya.

Ketidakseimbangan antara asupan dan aktivitas fisik, lanjutnya, bisa memicu obesitas yang berpotensi menimbulkan banyak penyakit.

"Obesitas itu adalah cikal bakal banyak penyakit, nggak cuma di kandungan, di jantung, di organ interna, sampai dengan kesuburan," ujarnya.

Ia juga menyoroti usia menstruasi pertama yang kini cenderung lebih cepat. Semakin dini menstruasi, semakin perlu diperhatikan risiko gangguan kesehatan reproduksi termasuk endometriosis yang berkaitan dengan peradangan kronis. dr Yohanes menyebut prevalensi endometriosis secara umum berada di kisaran 10-15 persen. Meski begitu, tingkat nyeri yang dirasakan tiap perempuan berbeda. Karena itu masyarakat diimbau tidak menunggu nyeri semakin berat untuk periksa.

Pada tahun pertama menstruasi, siklus belum teratur masih wajar. Tapi jika setelah itu masih tidak teratur dan mengganggu, harus segera ke dokter.

"Kalau dia lewat setahun pertama tidak teratur, mengganggu, ya harus segera ke dokter kandungan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Medis Eka Hospital, dr Monika N Susanto mengatakan pihaknya terus melengkapi layanan agar warga tidak perlu ke luar kota. Salah satunya layanan kebidanan dan kandungan, termasuk fertilitas dan endokrinologi reproduksi.

"Untuk hormon kesuburan sudah ada semuanya di Eka Hospital. Ini bukan dokter obgyn biasa. Sekarang sudah ada dr Iddo, lebih lagi karena sudah menyelesaikan pendidikan," jelasnya.

Untuk konsultasi ke Eka Hospital bisa menghubungi marketing pada kontak 082142202427 atas nama Riri dan 082164417737 atas nama Ranny.

Bagikan
Sumber: Sri Wahyuni

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks