BENGKALIS (RA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan yang digelar di ruang rapat Kantor DPPPA Bengkalis, Jalan Pertanian, tersebut dibuka Kepala DPPPA Bengkalis, Emilda Susanti, didampingi Sekretaris Ediyanto.
Emilda mengatakan, FPD menjadi wadah untuk menyamakan persepsi terhadap usulan Musrenbang kecamatan dengan tema perangkat daerah, sekaligus menyelaraskan prioritas program dan arah pembangunan.
“Forum ini juga menjadi ruang untuk memastikan berbagai usulan telah terakomodasi dalam Renja perangkat daerah, sehingga program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Emilda, forum tersebut juga menjadi sarana sinkronisasi program antarperangkat daerah sekaligus memperkuat komunikasi lintas sektor. Selain itu, FPD menjadi bagian dari uji publik dengan membuka ruang bagi perguruan tinggi dan akademisi untuk memberikan masukan.

Ia menyebutkan, masukan dari berbagai pihak penting karena DPPPA memiliki tugas strategis dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ke depan, program diarahkan pada penguatan pemberdayaan serta peningkatan pelayanan bagi perempuan dan anak.
“Dalam upaya perlindungan perempuan dan anak, seluruh pihak memiliki peran penting. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan di bidang ini,” katanya.
Dalam forum tersebut, Forum Anak Kabupaten Bengkalis turut menyampaikan aspirasi agar berbagai usulan Forum Anak tingkat kecamatan yang telah disampaikan melalui Musrenbang dapat diakomodasi dalam Renja DPPPA Tahun 2027.
Setidaknya terdapat belasan usulan yang menjadi kesepakatan Forum Anak untuk diakomodasi. Usulan tersebut berkaitan dengan peningkatan keterlibatan aktif Forum Anak dalam berbagai program pemberdayaan.

Kegiatan turut dihadiri Tim Percepatan Pembangunan Daerah Yuhelmi, perwakilan Bappeda D. Wasto Wuryono, Kabid Kesmas Yessica, Kabid Pengembang Industri Disdagprin Yuliani, perguruan tinggi, Forum Anak Kabupaten Bengkalis, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta sejumlah perangkat daerah lainnya.