Pencarian

Podcast Kelupas

APKASINDO Riau Imbau Petani Sawit Tak Bakar Lahan dan Gunakan Masker Hadapi Kabut Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 • 14:16:09 WIB
APKASINDO Riau Imbau Petani Sawit  Tak Bakar Lahan dan Gunakan Masker Hadapi Kabut Asap
Ketua DPW Apkasindo Riau, KH Suher (kanan) dan Sekretaris DPW Apkasindo Riau, Djono Albar Burhan (kiri).

PEKANBARU (RA) – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau mengimbau masyarakat, khususnya petani sawit untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.

Masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha perkebunan, diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.

Ketua DPW APKASINDO Riau, KH Suher, mengatakan pencegahan karhutla harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, sekecil apa pun sumber api di lahan yang kering berpotensi berkembang menjadi kebakaran dan sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama petani sawit, agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” ujar KH Suher, Jumat (28/8/2029).

Ia mengatakan masyarakat juga perlu aktif menjaga lingkungan di sekitar lahan masing-masing. Apabila menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Pencegahan harus dilakukan bersama. Jangan menunggu api membesar. Kalau ada potensi kebakaran, segera laporkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPW APKASINDO Riau, Djono Albar Burhan, mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan dampak kabut asap yang ditimbulkan karhutla.

Menurutnya, selain mencegah munculnya kebakaran, masyarakat juga perlu melindungi diri ketika kualitas udara menurun akibat asap.

“Ketika kabut asap muncul, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker. Ini salah satu upaya untuk meminimalisir paparan asap dan partikel yang dapat mengganggu kesehatan,” kata Djono.

Ia juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang memburuk. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia perlu mendapat perhatian lebih agar tidak terlalu banyak terpapar asap.

Djono menegaskan, upaya menjaga Riau dari bencana asap membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. 

“Sesuai arahan pak Ketua DPW Riau KH. Suher juga kami sudah memberi arahan kepada seluruh pengurus kabupaten di seluruh Riau untuk membantu menjaga agar titik api tidak bertambah dan jika ada titik api, harus langsung menghubungi polres, polsek, bpbp dan aparat setempat,” tutup Djono.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks