Pencarian

Podcast Kelupas

Waspada! Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Berbahaya

Jumat, 28 Agustus 2026 • 08:35:44 WIB
Waspada! Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Berbahaya
Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, memburuk drastis pada Jumat (28/8/2026) pagi. Indeks kualitas udara (AQI) melonjak hingga 460 dan masuk kategori berbahaya.

Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 08.00 WIB, AQI US Pekanbaru tercatat 460. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat polusi udara yang sangat tinggi dan berisiko bagi seluruh masyarakat.

Polutan utama yang terdeteksi adalah PM10 dengan konsentrasi mencapai 568 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Dalam pemantauan IQAir juga muncul peringatan adanya active fire nearby atau titik api aktif di sekitar wilayah Pekanbaru.

Kondisi cuaca pada pagi hari turut menjadi perhatian. Suhu udara tercatat 26 derajat Celsius, kelembapan 79 persen, sementara kecepatan angin hanya sekitar 6 km/jam.

Angin yang relatif rendah dapat membuat penyebaran polutan berlangsung lebih lambat sehingga asap dan partikulat berpotensi bertahan lebih lama di udara.

Kenaikan AQI menjadi 460 menunjukkan kondisi udara Pekanbaru pagi ini jauh lebih buruk dibandingkan pemantauan dalam beberapa hari sebelumnya.

Sebelumnya, kualitas udara Pekanbaru sempat berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Namun, kondisi kembali memburuk seiring meningkatnya konsentrasi polutan dan kabut asap.

Tingginya konsentrasi PM10 menjadi perhatian serius. Partikel polutan tersebut dapat terhirup dan mengganggu sistem pernapasan, terlebih ketika masyarakat terpapar dalam waktu lama.

Dengan kualitas udara yang masuk kategori berbahaya, masyarakat Pekanbaru diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan udara luar.

Warga sebaiknya menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan. Jika terpaksa keluar rumah, penggunaan masker yang memiliki kemampuan filtrasi partikulat, seperti N95 atau KN95, dapat membantu mengurangi paparan partikel.

Masyarakat juga disarankan menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah. Penggunaan air purifier di dalam ruangan juga dapat dilakukan jika tersedia.

Selain itu, warga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara karena konsentrasi polutan dapat berubah sepanjang hari.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks