Pencarian

Podcast Kelupas

Anak Pejuang Minta Wacana Percepatan Politik Tak Ganggu Stabilitas Nasional

Jumat, 28 Agustus 2026 • 06:58:18 WIB
Anak Pejuang Minta Wacana Percepatan Politik Tak Ganggu Stabilitas Nasional
Fadila Saputra.

PEKANBARU (RA) - Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terkait kemungkinan dinamika politik terjadi lebih cepat dari Pemilu 2029 menuai sorotan. 

Putra pejuang Kemerdekaan RI, Fadila Saputra, mengingatkan seluruh pihak agar wacana tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi yang mengganggu stabilitas dan persatuan bangsa.

Fadila meminta pergantian kepemimpinan nasional tidak didorong oleh spekulasi politik, apalagi melalui cara-cara di luar konstitusi.

"Sebagai anak pejuang, saya memahami bahwa kemerdekaan dan negara ini dibangun dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Karena itu, pergantian kepemimpinan nasional jangan pernah didorong melalui spekulasi, kegaduhan, apalagi upaya di luar konstitusi," ujar Fadila, Jumat (28/8/2026).

Menurut kader Pemuda Panca Marga tersebut, setiap persoalan terhadap pemerintahan harus diselesaikan melalui mekanisme demokrasi dan hukum yang berlaku.

"Kalau memang ada persoalan terhadap pemerintahan, sampaikan melalui mekanisme demokrasi dan hukum. Jangan bermain-main dengan wacana ‘percepatan’ pergantian kekuasaan yang dapat menimbulkan tafsir seolah-olah pemerintahan yang sah hendak dijatuhkan sebelum waktunya," katanya.

Fadila menegaskan pernyataannya bukan tuduhan terhadap pihak tertentu. Ia juga tidak ingin mengaitkan wacana tersebut dengan tudingan makar.

Namun, sebagai generasi muda sekaligus anak pejuang kemerdekaan, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pentingnya menjaga konstitusi dan persatuan bangsa.

"Saya tidak ingin menuduh siapa pun melakukan makar. Tetapi sebagai generasi muda dan anak pejuang, saya merasa berkewajiban mengingatkan: jangan wariskan kepada generasi kami politik kekuasaan yang mengorbankan persatuan bangsa," tegasnya.

Ia menilai kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, perbedaan pandangan tidak boleh berubah menjadi manuver politik yang mengorbankan kepentingan bangsa.

"Berbeda pendapat boleh. Mengkritik pemerintah adalah hak. Tetapi jangan sampai ambisi politik mengalahkan kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.

Sebelumnya, video Budi Arie saat menghadiri forum silaturahmi Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama relawan dalam rangka bulan Kemerdekaan RI di Jakarta, Minggu (23/8/2026), viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Budi Arie yang duduk di samping Jokowi menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan perubahan politik sebelum 2029.

"Tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?" ujar Budi Arie dalam rekaman tersebut.

Ia juga menyinggung sejumlah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang dinilainya perlu dicermati. Pernyataan itu kemudian memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan perubahan politik nasional sebelum berakhirnya masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, setelah pernyataannya menjadi sorotan, Budi Arie menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa ucapan mengenai kemungkinan percepatan tersebut merupakan analisis pribadinya. 

Ia juga menegaskan pernyataannya tidak berkaitan dengan Jokowi serta menyatakan siap menerima konsekuensi atas ucapannya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks