PEKANBARU (RA) - Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan. Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, tercatat 52 hotspot di Riau pada Senin (17/8/2026).
Jumlah tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 74 titik. Artinya, terjadi penurunan sebanyak 22 hotspot dalam satu hari.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, mengatakan hotspot masih tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Riau.
“Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 28 titik. Selanjutnya Kabupaten Kampar lima titik, Rokan Hilir empat titik, Bengkalis tiga titik, Indragiri Hulu tiga titik, Kota Pekanbaru tiga titik, Kepulauan Meranti dua titik, Siak dua titik, Indragiri Hilir satu titik dan Kota Dumai satu titik,” ujarnya.
Penurunan hotspot di Riau terjadi di tengah kondisi cuaca yang masih didominasi cerah berawan hingga berawan.
Secara keseluruhan, jumlah hotspot di wilayah Sumatera tercatat sebanyak 523 titik. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 217 titik, disusul Bangka Belitung 110 titik, Jambi 49 titik dan Lampung 48 titik.
Sementara provinsi lainnya yakni Bengkulu 11 titik, Sumatera Utara 13 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Aceh lima titik dan Sumatera Barat empat titik.
Meski jumlah hotspot di Riau menurun, Kabupaten Pelalawan masih menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian karena menyumbang lebih dari separuh total hotspot Riau.
Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu meluasnya karhutla.