RIAUAKTUAL (RA) - Ketika berencana menurunkan berat badan, kopi dan teh hijau hampir selalu menduduki posisi teratas dalam daftar minuman diet terbaik. Keduanya dikenal rendah kalori, mudah didapat, dan didukung berbagai penelitian yang menyebut fungsinya dalam membantu pengelolaan berat badan.
Di antara kopi dan teh hijau, mana yang sebenarnya lebih unggul untuk membantu memangkas lemak tubuh?
Para ahli gizi menegaskan, meski bukan 'minuman ajaib' yang seketika bikin langsing, keduanya sangat bagus dimasukkan ke dalam menu diet harian. Hanya saja, masing-masing memiliki mekanisme kerja yang sedikit berbeda.
Potensi kopi dalam menurunkan berat badan sebagian besar didorong oleh kandungan kafeinnya. Tak hanya itu, kopi juga kaya akan asam klorogenat, yaitu polifenol yang berperan dalam metabolisme dan pengaturan gula darah.
Penelitian menunjukkan, kafein dapat membantu penurunan berat badan, indeks massa tubuh (IMT), hingga lemak tubuh secara moderat. Asupan kopi berkafein secara rutin dikaitkan dengan penurunan lemak perut dan lemak visceral atau lemak dalam organ tubuh.
"Kopi bukanlah solusi ajaib untuk menurunkan berat badan, tetapi memang bermanfaat," ujar ahli gizi Rachael Ajmera, MS, RD, dikutip dari Eating Well.
Namun, Rachael mengingatkan, bahan tambahan dalam cangkir kopi sangat menentukan hasilnya.
"Kopi hitam polos itu rendah kalori. Tapi kalau ditambahkan banyak gula, sirup perasa, dan krimer, kalori akan melonjak tajam dan meniadakan potensi manfaat penurunan berat badannya," tegasnya.
Di sisi lain, teh hijau mengandalkan kombinasi senyawa unik berupa katekin. Terutama epigallocatechin gallate (EGCG) dan sedikit kafein.
Ahli gizi Johannah Katz, MA, RD, menjelaskan bahwa senyawa dalam teh hijau bekerja dengan memicu pembakaran energi dan oksidasi lemak. Teh hijau juga membantu mengurangi nafsu makan, membatasi penyerapan lemak di saluran pencernaan, serta mendorong tubuh membakar lebih banyak kalori.
Selain itu, mengganti minuman manis kemasan dengan teh hijau tanpa pemanis adalah langkah mudah untuk memangkas asupan kalori harian tanpa merasa 'tersiksa'.
Ahli gizi menyebut kopi sedikit lebih unggul dibandingkan teh hijau dalam hal menurunkan berat badan.
"Keduanya bagus untuk rencana penurunan berat badan. Tapi jika harus memilih salah satu, kopi tanpa pemanis mungkin sedikit lebih unggul karena kandungan kafeinnya biasanya lebih tinggi," jelas Johannah Katz.
Meski demikian, perbedaannya tidak terlalu signifikan. Pilihan antara kopi atau teh hijau sebenarnya kembali ke selera masing-masing, selama disajikan tanpa gula atau pemanis tambahan.
Para ahli mengingatkan bahwa mengandalkan minuman saja tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa disertai dengan perubahan gaya hidup. Berikut beberapa tips utama untuk menurunkan berat badan secara konsisten:
- Catat kebiasaan harian: Pantau apa yang dikonsumsi, seberapa banyak bergerak, dan pola tidur untuk menemukan area yang perlu diperbaiki.
- Buat target spesifik: Alih-alih 'ingin makan sehat', buat target konkrit seperti menambahkan porsi sayur di makan malam 3 kali seminggu.
- Rutin bergerak: Tidak harus selalu ke gym, olahraga bisa berupa jalan kaki, berenang, atau bersepeda yang disukai agar konsisten.
- Cukupi tidur dan kelola stres: Kurang tidur dan stres kronis dapat mengacaukan hormon nafsu makan, membuat tubuh lebih gampang lapar dan menimbun lemak.