RIAUAKTUAL (RA) - Pengacara kondang, Hotman Paris, tengah menjalani pengobatan di Singapore. Lewat akun Instagram pribadinya, Hotman mengungkapkan bahwa dirinya mengalami saraf kejepit.
Kabar terakhir, ia membagikan postingan bahwa dirinya sedang bertemu dokter ahli saraf dan akan segera melakukan operasi. Dokter menunjukkan foto posisi tulang spine L4 dan L5 di tubuh Hotman sebelum operasi.
Sebenarnya, seperti apa saraf kejepit L4 dan L5?
Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan, saraf kejepit adalah suatu kondisi, di mana saraf tertekan oleh jaringan sekitarnya. Jaringan tersebut dapat berupa jaringan otot, tendon, tulang, atau tulang rawan. Karena saraf menjalar sepanjang tubuh, saraf kejepit juga bisa terjadi di berbagai lokasi dalam tubuh.
Beberapa posisi tubuh dapat meningkatkan tekanan di sekitar saraf, seperti bertumpu pada siku atau kebiasaan menyilangkan kaki dalam waktu lama. Selain itu, ada pula beberapa kondisi yang dapat menyebabkan saraf kejepit, antara lain:
- Herniasi diskus, suatu kondisi yang terjadi akibat bantalan tulang belakang bergeser dari tempat yang seharusnya.
- Rheumatoid arthritis atau peradangan pada sendi.
- Stenosis spinal, yaitu penyempitan yang tidak normal pada tulang belakang.
- Carpal tunnel syndrome, kondisi ini terjadi ketika saraf median di pergelangan tangan tertekan.
- Cedera, memar, atau kondisi lain yang menyebabkan pembengkakan juga bisa memicu terjadinya saraf kejepit.
Pada kasus Hernia Nucleus Pulposus atau HNP, keluhan ini sering terjadi pada leher yang menjalar ke lengan (HNP leher) atau dari pinggang yang menjalar ke kaki (HNP pinggang).
HNP sering mengenai ruas tulang belakang yang banyak mengalami pergerakan atau mendapat banyak tumpuan berat badan tubuh. Ruas tulang belakang leher yang paling sering terkena HNP adalah pada C6-C7 dan C5-C6 sedangkan ruas tulang belakang pinggang pada L4-L5 dan L5-S1.
Faktor risiko yang meningkatkan munculnya HNP, antara lain genetik, merokok, berat badan berlebih (obesitas), pekerjaan yang sering membungkuk dan mengangkat benda berat atau mengoperasikan mesin dengan daya getar, dan cedera.
Orang yang pernah terkena saraf kejepit bisa mengalaminya lagi di kemudian hari. Untuk pencegahan, bisa lakukan hal berikut ini:
- Postur tubuh saat duduk dalam posisi baik dan benar.
- Hindari menyilangkan kaki saat duduk dalam waktu lama.
- Menjaga berat badan agar ideal.
- Istirahat sejenak ketika melakukan kegiatan yang berulang.
- Menggunakan brace/korset untuk menjaga posisi tubuh dengan baik.
- Olahraga untuk menguatkan otot dan membuat tubuh rileks.