Pencarian

Podcast Kelupas

Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Teluk Nilap Jaya Olah Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Kompos

Rabu, 22 Juli 2026 • 04:37:00 WIB
Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Teluk Nilap Jaya Olah Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Kompos
Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Teluk Nilap Jaya.

KUBU BABUSSALAM (RA) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Berdampak 2026 menggelar penyuluhan pembuatan pupuk kompos dari limbah rumah tangga dan pelepah kelapa sawit di halaman Kantor Kepenghuluan Teluk Nilap Jaya, Kabupaten Kubu Babussalam, Sabtu (18/7/2026) lalu.

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar mampu memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Program tersebut dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Kukerta UNRI Berdampak 2026 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. H. Ali Asfar, S.Sos., M.Si.

Dalam penyuluhan itu, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai manfaat pupuk kompos, bahan-bahan yang diperlukan, hingga teknik pembuatannya. 

Masyarakat diajak memanfaatkan sisa sayuran, daun kering, sisa makanan, dan limbah pelepah kelapa sawit sebagai bahan dasar pupuk organik.

Tak hanya penyampaian materi, mahasiswa juga memperagakan secara langsung proses pembuatan pupuk kompos menggunakan metode timbun dalam ember. 

Metode tersebut dinilai praktis dan mampu meminimalkan aroma tidak sedap karena wadah ditutup rapat selama proses penguraian berlangsung.

Pembuatan kompos diawali dengan memasukkan limbah organik secara bertahap ke dalam ember. Selanjutnya limbah disiram menggunakan campuran air cucian beras, larutan EM4, dan gula merah hingga memenuhi sekitar tiga perempat volume ember. 

Setelah itu wadah ditutup rapat dan diaduk setiap tiga hari sekali agar proses penguraian berjalan optimal. Dalam waktu sekitar lima minggu, pupuk kompos sudah dapat digunakan.

Salah seorang mahasiswa Kukerta, Mifta, menjelaskan penggunaan air cucian beras dan gula merah bertujuan mempercepat proses pengomposan.

"Sebenarnya bisa menggunakan air biasa untuk membuat pupuk kompos ini. Namun kami menggunakan air cucian beras dan gula merah karena dapat menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme sehingga proses penguraian berlangsung lebih cepat dan optimal," ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga tampak antusias mengikuti penyuluhan dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai bahan serta teknik pembuatan pupuk kompos.

Menurut mahasiswa Kukerta, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan adanya ketertarikan untuk mulai mengolah limbah organik menjadi pupuk karena bahan bakunya mudah diperoleh dan proses pembuatannya relatif sederhana.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau Berdampak 2026 berharap masyarakat mampu membiasakan diri mengelola limbah organik secara mandiri sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan, menekan penggunaan pupuk kimia, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Kukerta UNRI Berdampak 2026 dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di Desa Teluk Nilap Jaya.

Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Abdur Raihan Lubis, Ade Wira Armadana, Denny Simanjuntak, Firlin Ramadisha, Mifta Nabila Ulfa, Melisha Audi Putri, Muhammad Ramadhanu, Siti Aisah Nasution, Suci Khoirul Citra, dan Wulan Safiroh.

Tags: #UNRI
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks