Pencarian

Podcast Kelupas

Kulit Nanas Disulap Jadi Tepache, Mahasiswa PPG Unri Berdayakan Ibu-ibu di Cinta Raja

Selasa, 22 September 2026 • 05:53:25 WIB
Kulit Nanas Disulap Jadi Tepache, Mahasiswa PPG Unri Berdayakan Ibu-ibu di Cinta Raja
Kelompok 3 Proyek Kepemimpinan PPG Calon Guru Gelombang 1 Universitas Riau Tahun 2026.

PEKANBARU (RA) - Limbah kulit nanas yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah rumah tangga ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai guna. 

Hal itu dibuktikan mahasiswa PPG Universitas Riau (Unri) melalui kegiatan Proyek Kepemimpinan dengan mengajak ibu-ibu arisan RT 04/RW 02, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, mengolah kulit nanas menjadi minuman fermentasi tepache.

Kegiatan bertajuk "Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Menjadi Minuman Fermentasi Tepache" tersebut menjadi bagian dari implementasi Proyek Kepemimpinan Kelompok 3 PPG Calon Guru Gelombang 1 Universitas Riau Tahun 2026.

Melalui kegiatan itu, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah organik, tetapi juga mengenalkan peluang pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua rangkaian. Pertama, workshop pembuatan tepache pada Jumat (18/9/2026), kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi sekaligus panen hasil fermentasi pada Minggu (20/9/2026).

Workshop berlangsung di kediaman Ketua RW 02 Kelurahan Cinta Raja, Edmi Haryanto. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemaparan mengenai pemanfaatan kulit nanas, proses fermentasi, serta potensi pengembangan tepache sebagai produk olahan rumah tangga.

Setelah penyampaian materi, peserta juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan tepache. Mulai dari persiapan bahan, pengolahan kulit nanas, pencampuran bahan fermentasi hingga proses penyimpanan dilakukan bersama dengan pendampingan mahasiswa.

Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 48 jam. Karena itu, kegiatan kembali dilaksanakan dua hari kemudian untuk melihat hasil fermentasi yang telah dibuat peserta.

Pada Minggu (20/9/2026), kegiatan kedua digelar di Kantor Lurah Cinta Raja. Hadir dalam kegiatan tersebut dosen pembimbing Proyek Kepemimpinan Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si. dan Dr. Sri Wilda Albeta, S.Pd., M.Pd., Lurah Cinta Raja Muhammad Arif Surya Dwi Putra, S.STP., M.IP, serta Ketua RW 02 Edmi Haryanto.

Mahasiswa bersama ibu-ibu arisan kemudian melakukan panen hasil fermentasi tepache. Peserta dapat melihat langsung perubahan bahan selama proses fermentasi hingga menjadi minuman yang siap dikonsumsi.

Selain praktik pengolahan limbah, mahasiswa juga mengenalkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI), untuk membantu membuat desain logo produk. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal apabila tepache nantinya dikembangkan sebagai produk usaha dengan identitas dan daya tarik pemasaran.

Lurah Cinta Raja Muhammad Arif Surya Dwi Putra menyambut positif kegiatan yang dilakukan mahasiswa PPG Universitas Riau tersebut. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi sejalan dengan upaya pemerintah mendorong terciptanya peluang usaha.

"Ini sejalan dengan visi dan misi Bapak Wali Kota Pekanbaru, Bapak Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Bapak Markarius Anwar, yaitu menciptakan lapangan kerja, lapangan usaha, dan peluang usaha untuk investasi," ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Proyek Kepemimpinan Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si. mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai perkembangan teknologi, termasuk AI, perlu disikapi secara bijak dan digunakan sesuai kebutuhan.

"Kita punya banyak senjata di rumah, ada pisau, gergaji, bahkan pistol. Kita harus memiliki semuanya, tetapi yang lebih penting, kita harus tahu kapan masing-masing senjata itu digunakan. Sebab, tidak semua masalah harus diselesaikan dengan pistol, tidak semua hal harus dipotong dengan pisau, dan tidak semua persoalan membutuhkan kekuatan besar. Terkadang, yang kita perlukan hanyalah ketepatan dalam memilih alat dan kebijaksanaan dalam menggunakannya," ujarnya.

Melalui Proyek Kepemimpinan ini, mahasiswa PPG Universitas Riau tidak hanya mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi, tetapi juga menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam menerapkan pembelajaran berbasis masyarakat serta mendorong warga melihat potensi di lingkungan sekitar sebagai peluang inovasi dan pengembangan usaha.

Kelompok 3 Proyek Kepemimpinan PPG Calon Guru Gelombang 1 Universitas Riau Tahun 2026 terdiri dari Tanaya Fahmi Lestari, T. Aisyah Hasanah, Tia Egi Giana Putri, Liviani Sandra Dewi, Ayu Manca Putri, Desika, Mia Audina Teresia, Ria Irawan, dan Dwi Miftahurrahmi Putri.

Tags: #UNRI
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks